MALANGTIMES - Wabah penyakit Hepatitis A yang menyerang di wilayah Kabupaten Pacitan belum lama ini menjadikan sorotan berbagai pihak. Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menetapkan status penyakit tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Timur.

Tak ayal, hal itu bisa memunculkan kekhawatiran di masyarakat akan penyerangan cepat penyakit ini. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menjabarkan tanda - tanda awal dan gejala yang harus diwaspadai masyarakat mengenai penyakit Hepatitis A.

Penyakit Hepatitis A ini merupakan suatu penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Dan apabila tidak ditangani dengan tepat maka akan membuat penderitanya mengalami kesakitan dari potensi ringan hingga berat.

Setidaknya ada tiga fase yang wajib diketahui terkait tanda - tanda awal Hepatitis A. Diantaranya, fase Pre Ikterik yang ditandai dengan nyeri kepala, demam menggigil, anoreksia, diare, urin berwarna pekat menyerupai teh, feses berwarna gelap, mual muntah.

Kemudian fase Ikterik, dimana penderitanya akan mulai timbul warna kuning pada tubuh, sklera dan kulit tampak menguning seperti kulit jeruk, warna urin pekat selama beberapa hari. Ikterus terjadi hingga 2 minggu dan berkurang setelah 4-6 minggu.

Satu lagi, fase konvalesens dimana ciri - cirinya kurangnya inflamasi, terjadinya regenerasi sel, nafsu makan membaik, hilangnya ikterus, urin dan feses kembali normal.

"Gejala - gejala mulai panas, lesu, lemah ini adalah awal. Kemudian yang sudah pasti diwaspadai adalah bagian mata berwarna kuning," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto. 

Ia menambahkan penyakit Hepatitis A ini juga menular. Salah satunya, bisa menyebar saat virus masuk ke mulut dengan kontak makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh kotoran. 

"Cara penularannya ini melalui oral seks terutama jika ganti - ganti pasangan ya, kemudian bisa dari feses atau kotoran manusia," imbuhnya.

Pihaknya mengimbau, jika menemui gejala - gejala tersebut untuk sesegera mungkin mengunjungi fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan secara cepat dan tepat.

Pertama pasti harus mencari fasilitas kesehatan, dan harus ada dokternya karena penyakit ini harus ada penanganan untuk manajemen terapi Hepatitisnya," pungkas dia.