Wali Kota Malang Sutiaji (berkacamata) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (berkacamata) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang semakin serius dalam mewujudkan Smart City. Bahkan untuk mempercepat penerapan itu, beberapa unsur telah terpilih. Mulai dari, smart living, smart branding, dan smart government.

Wali Kota Malang Sutiaji, menyatakan memang untuk saat ini penerapan Smart City di Kota Malang masih tertinggal. Namun, ia yakin target awal tahun 2020 mendatang program ini mulai bisa dipraktikkan. "Kami patok di awal 2020 sudah bisa diterapkan," ujar dia.

Karenanya, untuk mempercepat proses tersebut salah satu yang tengah dilakukan yakni dengan membentuk 'Dewan Smart City'. Nantinya konsep tersebut akan beranggotakan ABCGM (Academics, Bussiness, Community, Government, dan Media).

"Jadi memang mereka (ABCGM) itulah yang nanti akan kita ajak menjadi Dewan Smart City untuk percepatan itu," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan, adanya Smart City kedepan juga sebagai alat untuk menciptakan good government. "Smart City, Smart Government. Untuk menuju good government salah satu kontroknya ya dari Smart City," ungkapnya.

Politisi Demokrat ini menjelaskan smart government yang akan dijadikan fokus utama saat ini dengan sejumlah anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2,5 miliar. Tujuannya, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya akan saling terintergrasi dengan teknologi.

"Goal-nya adalah integrited, tapi perlahan - lahan. Kami membuat sampling yang terintegrasi pertama hemat saya itu pertama adalah Layanan Sambat masyarakat dan yang kedua mengenai pelayanan publik," pungkasnya.

End of content

No more pages to load