Dari Klasik hingga Kontemporer, Menilik Pameran Visual Budaya Panji di Malang

MALANGTIMES - Kisah Panji yang tersebar di wilayah Asia Tenggara menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman. 

Seperti terlihat di Pameran Visual Budaya Panji, hari ini (11/7/2019) di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) di Kota Malang. 

Ratusan karya baik yang terkategori klasik hingga kontemporer dipamerkan dalam rangkaian pergelaran Festival Panji Nusantara 2019. 

Karya yang dipamerkan tidak sebatas topeng, melainkan juga wayang beber, patung, seni keramik, digital painting, relief logam, busana, seni instalasi, fotografi, hingga modern art lain.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan bahwa budaya panji sudah menjadi bagian dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat Nusantara. 

"Banyak kebudayaan nusantara yang terpengaruh pada budaya Panji. Ada yang hingga ke Thailand, Laos hingga Kamboja," tutur Dayu, sapaan akrabnya. 

Pameran tersebut, lanjutnya, sekaligus untuk mengenalkan pada masyarakat terkait kekayaan khasanah budaya Panji. 

"Jadi tidak hanya klasik, tetapi juga sudah masuk ke karya-karya kontemporer yang mungkin lebih bisa diterima oleh generasi milenial," urainya.

Pameran Budaya Visual Panji tersebut bakal berlangsung hingga Jumat (12/7/2019) besok.

Beberapa karya yang ditampilkan di antaranya Wayang Beber Klasik Koleksi Museum Panji Tumpang; Wayang Beber Kontemporer SMAN 1 Pacet Mojokerto; Replika Relief Panji BPCB Trowulan; Repro Lukisan Panji, Kamasan Bali; Kostum dan Topeng M. Soleh Mangundarmo, Tumpang; Repro Naskah Panji Koleksi Perpusnas; Koleksi Museum Ganesya, Malang; Seni Keramik Ponimin, Malang; Seni Instalasi Budaya Panji Bambang AW; Video Art Panji oleh Didit Prasetyo, seniman asal Malang. 

Sesepuh Sanggar Mangun Darmo, Ki Soleh Adi Pramana berharap pameran tersebut bisa meningkatkan kepedulian masyarakat. 

"Kalau sering ada festival atau pameran Panji ini, masyarakat yang tidak tahu jadi tahu, dan yang sudah tahu jadi bangga. Masih banyak yang nggak ngerti kalau Budaya Panji di Nusantara ini sejak 2017 sudah diakui oleh UNESCO," tutur pria asal Tumpang, Kabupaten Malang itu.

Top