Indonesia Butuh Tesis Baru, Fahri Hamzah Bersiap Dirikan Parpol Baru

MALANGTIMES - Fahri Hamzah, politikus PKS kembali membuat wacana yang membuat sebagian masyarakat penasaran. 

Dimana, Fahri yang dikenal galak terhadap berbagai kebijakan pemerintah, menyampaikan, bersiap untuk mendirikan partai politik (parpol) baru.

Keinginan mendirikan parpol itu didasarkan dengan telah berjalannya organisasi yang dia dirikan yaitu Gerakan Arah Indonesia Baru (Garbi). 

Tersmasuk arah demokrasi Indonesia yang menurutnya memerlukan tesis-tesis baru.

"Indonesia membutuhkan itu serta pikiran-pikiran baru yang lebih segar. Garbi akan didorong menjadi partai yang akan memfasilitasi hal itu ditengah sumpeknya cara memahami demokrasi setelah 21 tahun reformasi," kata Fahri kepada media, beberapa waktu lalu.

Garbi yang akan bermetamorfosis menjadi parpol pun, lanjut Fahri, akan diarahkan menjadi kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan pemerintah. 

Dimana secara tegas juga Fahri mengatakan, bahwa saat ini Indonesia yang beku, kaku dan membosankan, yang jadi arah bagi partainya untuk melakukan perubahan.

Perubahan itulah yang nantinya akan jadi fokus Fahri dengan rencananya merubah Garbi menjadi parpol ke depannya. 

Dengan alat melahirkan dan menyuburkan tesis-tesis baru dan pikiran-pikiran yang juga baru dan segar dalam kondisi yang dikatakannya terlalu kolot.

"Arah gerakan ini sebenarnya sama dengan semangat reformasi melawan feodalisme. Serta membangun Indonesia menjadi negara demokratis," tegasnya.

Tentunya rencana perubahan dari Garbi ke parpol yang diusung oleh Fahri atas nama seluruh anggotanya di Indonesia ini menjadi menarik.

Pasalnya, walau telah menjadi rahasia umum bahwa Fahri tidak cocok dengan partai lamanya, dengan berbagai peristiwa beberpaa waktu lalu.

Fahri tetaplah masih berada di tubuh PKS sampai saat ini.

Sehingga pernyataannya itu sempat juga membuat PKS ikut bicara. 

Melalui Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, adanya rencana dari Fahri serta juga mantan presiden PKS Anis Matta sebagai motor Garbi, adalah hak setiap warganegara.

"Pribadi saya monggo saja. Ini negara demokrasi jadi silahkan. Tapi kalau pesan saya bikin partai itu berat, kami saja dah," ucapnya.

 

Top