Di Kalangan Emak-Emak dan Birokrasi, Nama Jajuk Rendra Jadi Barometer

Menuju Kursi Pringgitan 2020  6

MALANGTIMES - Kans besar masih menunggu sosok Bunda PAUD dan Ketua PKK Kabupaten Malang ini dalam kancah Pilkada 2020. 

Elektabilitas yang terbilang tinggi di masyarakat, pengalaman mendampingi sang suami, Rendra Kresna eks Bupati Malang hampir dua periode, serta kekuatan politik melalui partai NasDem, memposisikan Jajuk Sulistyowati atau lebih familiar dikenal Jajuk Rendra Kresna, menjadi salah satu nama yang juga ramai dan mencuat di masyarakat sebagai balon Kepala Daerah Kabupaten Malang.

Sepak terjangnya selama ini patut diperhitungkan dan mewarnai jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Malang. Terutama di kalangan emak-emak serta birokrasi. Hal ini tak lepas dari berbagai jabatan yang pernah diemban Jajuk selama ini serta tentunya karakter personal yang dimiliki.

"Beliau potensinya besar dan berpeluang melenggang sebagai balon Kepala Daerah 2020 mendatang," ulas Abdul Musawir Yahya, dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Jawa Timur (PGK JT).

Hal senada juga dilontarkan oleh Hasta Komunika, terkait sosok yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Malang, M Anas Muttaqin. Dirinya menyampaikan, popularitas Jajuk terbilang tinggi dikarenakan kiprahnya selama ini. 

"Khususnya di basis emak-emak, popularitasnya tinggi. Selain tentunya faktor nama besar Rendra yang masih begitu kuat di akar rumput. Terlepas dari persoalan hukum yang menimpanya," ujarnya.

Potensi besar tersebut teruji saat Jajuk bertarung memperebutkan kursi di DPRD Jawa Timur (Jatim). Dimana perempuan kelahiran 15 Maret 1970 ini, mampu melenggang dan menang melalui kendaraan politik NasDem.

"Beliau memiliki integritas dan punya kapasitas sebagai pemimpin. Ini modal besar bagi NasDem yang raihan kursinya meningkat dibanding 2014 lalu di Kabupaten Malang. Walaupun tidak bisa mengusung sendiri calonnya di pilkada 2020," ujar Abdul.

 

Seperti diketahui, NasDem Kabupaten Malang di pileg 2019 hanya mampu meraih 7 kursi. Sedangkan sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 Pasal 40 ayat (1) dinyatakan, "Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat 
Daerah di daerah yang bersangkutan."

Lepas dari hal tersebut sosok Jajuk akan menjadi magnet besar bagi parpol politik peraih kursi tahun 2019. Baik, PDI-Perjuangan maupun PKB. Terutama bagi parpol yang kursinya tidak sampai 10, seperti Gerindra, Golkar, Demokrat, Hanura dan PPP.

Di kesempatan terpisah, Jajuk belum menanggapi ramainya pemberitaan terkait mencuat namanya di bursa balon kepala daerah 2020. Bahkan, Jajuk kerap menyatakan, baginya jabatan apapun merupakan amanah. Seperti yang juga disampaikannya saat bertarung di dapil Jatim VI.

"Jika memang saya dipercaya terpilih maka Alhamdulillah. Dari awal saya hanya bermodal Bismillah," ucapnya.

Kini, masyarakat menunggu aksi NasDem terkait sosok yang memiliki popularitas tinggi di kalangan emak-emak dan birokrat Kabupaten Malang ini. Apakah Surya Paloh sang ketua NasDem akan kembali memainkan strategi menempatkan calon dengan kapasitas seperti Jajuk yang terbukti mampu memperlihatkan performa ciamik mendulang suara, ataukah, akan merekom nama kader lain yang juga ikut dibicarakan masyarakat. Seperti Moh Geng Wahyudi sampai Kresna Dewanata Phrosakh yang juga berhasil kembali menguasai satu kursi DPR RI.

Top