Staff Ahli Kementerian Kominfo RI, Heri Abdul Aziz  (foto:  Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)

Staff Ahli Kementerian Kominfo RI, Heri Abdul Aziz (foto: Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mewujudkan wilayahnya menjadi smart city turut menjadi perhatian khusus dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.

Meski Pemkot Malang menyadari betapa pentingnya integrasi tata kelola pemerintahan berbasis digital tersebut tidaklah mudah, namun Kementerian Kominfo menyatakan jika Kota Malang sudah siap untuk mewujudkan daerah smart city.

Staff Ahli Kementerian Kominfo RI, Heri Abdul Aziz mengatakan dalam catatan Kominfo setidaknya sudah ada sekitar 100 kabupaten/kota yang sudah berbasis smart city. Program yang mengacu pada digitalisasi ini dirasa telah siap untuk dilakukan oleh Kota Malang.

"Di atas kertas sudah ada 100 kabupaten/kota, dan ini untuk yang akan dilakukan saya rasa Malang sangat siap. Karena telah memiliki SDM dengan sekolah dan perguruan tinggi yang sangat baik. Buat saya sumber daya merupakan yang memang bisa mendukung implementasi smart city," ujar dia.

Ia menjelaskan ada beberapa unsur elemen penting untuk memenuhi sebuah kota menjadi smart city. Salah satunya mengenai pengambilan langkah untuk city branding.

"Ada elemen yang harus kita benahi dan kita tekuni. Malang ini brandingnya apa sih, langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menggapai city branding itu harus dikedepankan. Sehingga ketika city branding itu keluar, orang begitu ngomong ohh iya ini Kota Malang," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Utama Kominfo RI itu.

Ia juga menjelaskan komponen SDM dan kebijakan harus berjalan secara bergulis terus menerus untuk menjadikan sebuah kegiatan di suatu kota. Hal tersebut tidak melulu hanya teknologinya saja.

"Misalnya seperti yang dimiliki Kota Malang melalu aplikasi pengaduan pelayanan publik 'Sambat' sudah dibuat, nah sekarang kalau teknologi dibiarkan saja ya tidak jalan. Bukan hanya teknologinya, tapi SDM yang menjalankan dari dinas yang bersangkutan mau jalan atau tidak," pungkas dia.

End of content

No more pages to load