Tak Ada Kendala, Dispendukcapil Pastikan Anak-Anak di Kota Malang Miliki KIA

MALANGTIMES - Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi salah satu dokumen kependudukan yang sama pentingnya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik orang dewasa. Sesuai interuksi pemerintah pusat, setiap kota dan kabupaten di seluruh Indonesia juga diminta untuk menyediakan KIA bagi anak-anak.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny menyampaikan, di Kota Malang sendiri program tersebut sudah dilaunching sejak awal 2017. Sampai saat ini, hampir semua anak usia 0 sampai 17 tahun telah memegang KIA. Lantaran sejak tahun lalu, pembuatan KIA sudah satu paket dengan pembuatan akta kelahiran.

"Saya lupa persisnya untuk prosentase kepemilikan KIA dari total anak-anak di Kota Malang. Tapi pastinya sudah banyak karena mengurusnya juga satu paket dengan pengurusan akta kelahiran," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Perempuan berhijab itu juga menyampaikan, prosedur mengurus KIA sangatlah mudah. Orangtua tinggal mengisis formulir yang sudah disediakan di masing-masing kelurahan. Kemudian formulir yang dikembalikan kepada petugas harus disertai dengan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan KTP ke dua orangtua.

Pembuatan KIA juga gratis alias tidak dipungut biaya sebagaimana prosedur mengurus dokumen kependudukan lainnya. Selain itu, untuk anak udia nol sampai lima tahun tidak harus mencantumkan foto pada saat membuat KIA. Sedangkan anak usia lima sampai 17 tahun kurang satu hari wajib menyertakan foto berukuran 3x4 sebanyak dua lembar.

"Karena KIA ini adalah dokumen resmi berkekuatan hukum sama seperti KTP, maka setiap anak dianjurkan untuk memegang KIA. Di Kota Malang selama ini sama sekali tidak ada kendala, dan kami selalu memastikan anak-anak memegang KIA," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktorat Kependudukan dam Catatan Sipil menyampaikan jika pengadaan KIA merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program mewujudkan Kota Layak Anak. Selain itu juga sudah memiliki kekuatan hukum sebagaimana Undang Undang nomor 25 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Di sisi lain, KIA juga menjadi salah satu alat ukur akurasi data kependudukan untuk pembangunan ke depan.

 

Top