MALANGTIMES - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta Kota Batu berbondong-bondong mengungjungi DPRD Kota Batu, Selasa (9/7/2019). Mereka hadir untuk memberikan usulan agar tidak dipikirkan ulang jika harus membangun sekolah SMP negeri di Kota Batu.

Sebelumnya memang karena sistem zonasi ada masukan perlu penambahan SMP negeri di Kecamatan Junrejo. Sebab di Kecamatan Junrejo hanya ada satu SMP negeri yakni SMPN 2 Batu dan tidak mencukupi jumlah lulusan di sana. “Hasil koordinasi SMP negeri baru insyallah akan dievaluasi lebih lanjut. Karena masukkan dari teman-teman MKKS SMP swasta dan yayasan,” kata Ketua MKKS SMP Swasta Kota Batu, Takim.

“Dengan pertimbangan jumlah lulusan siswa SD-MI hari ini dibanding pagu SMP negeri dan swasta saat ini belum tercukupi. Sehingga anggapan kami sepakat untuk  sementara pendirian sekolah negeri baru untuk ditata ulang kembali. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Ia mengatakn SMP negeri baru itu agar ditata ulang kembali jika itu dibangun pada waktu yang dekat ini. Dengan salah satu pertimbangannya adalah jumlah lulusan siswa SD-MI hari ini dibanding pagu SMP negeri dan swasta belum tercukupi.

“Padahal jika anak tidak masuk SMP negeri bisa masuk ke swasta harapnya seperti itu, tapi teman-teman yang tidak terjangkau zonasi menuntut,” tambah Takim.

Hingga saat ini jumlah SMP Swasta di Kota Batu ada 22 sekolah. Dari 22 SMP swasta itu hanya dua sekolah saja yang pagunya terpenuhi sisanya pagu masih belum tercukupi. 

Karena itu pada PPDB 2020-2021 rencananya mereka akan melakukan rembuk bersama. “Karena yang tahun ini 2019 hanya negeri saja,” tutupnya.