Pelaku (baju orange) saat dirilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

Pelaku (baju orange) saat dirilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTimes)



MALANGTIMES - Gara-gara permasalahan hutang, NR (39) warga Jalan Terusan Batubara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, gelap mata dan melakukan pembobolan. Pelaku menggasak 95 handphone (HP) di sebuah gudang ekspedisi ABM Logistic yang ada di Jalan LA Sucipto 243, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (28/5/2019).

Saat itu, sekitar pukul 01.00 wib, pelaku yang melintas di lokasi, melihat security dari logostik tersebut keluar dengan menggunakan sepeda motor. Setelah itu pelaku kemudian mendekat ke lokasi dan melompat pagar. Pelaku lantas kembali melompat ke tembok pembatas kantor dan masuk ke lantai dua. Kemudian masuk ke dalam ruangan melalui pintu belakang lantai dua.

Dari situ, pelaku lantas turun ke lantasi satu. Di sana pelaku melihat sebuah bungkusan kardus yang ternyata berisi 25 tablet Samsung dan 70 Hp Samsung. Pelaku kemudian mengambil karung yang berada di belakang lantai 1 dan memasukan Hp tersebut ke karung.

"Belum cukup itu, kemudian pelaku mengambil lagi satu buah hp dan juga satu notebook yang dilihat pelaku ada di atas meja," jelasnya Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH (9/7/2019).

Lanjutnya, setelah mengambil sejumlah barang, pelaku kemudian langsung naik kembali ke lantai dua untuk mencari jalan keluar lagi. Di sana pelaku melihat sebuah potongan besi. Potongan tersebut kemudian langsung dibawa pelaku kembali ke lantai satu untuk membuka pintu belakang di lantai satu. 

"Pelaku kemudian kabur melompat pagar kembali dan pulang ke rumah. Barang curian pelaku dijual di kawasan rombengan malam," ungkapnya

Sementara itu, penangkapan pelaku bermula dengan upaya pihak kepolisian melakukan pelacakan terhadap nomor imei hp yang dicuri pelaku. Upaya petugas membuahkan hasil. Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku serta mengamankan  empat buah hp yang masih belum terjual.

"Hasilnya digunakan pelaku untuk melunasi hutang dan biaya kehidupan sehari-hari. Barangnya dijual pelakudengan harga beragam, ada yang Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta," pungkasnya.

Untuk saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan apakah pelaku juga ada kaitan dengan kasus lain. Namun dari catatan, pelaku ternyata juga merupakan residivis dalam kasus yang sama. Pelaku dikenakan pasal 363 tentang curat dengan ancaman tujuh tahun penjara.

End of content

No more pages to load