MALANGTIMES - Bahasa Arab sudah menjadi kebutuhan dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) sampai saat ini terus berkomitmen untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab. Salah satunya melalui workshop.

Tak tanggung-tanggung, UIN Malang mendatangkan 3 pakar bahasa Arab langsung dari Saudi Arabia dalam worskhop peningkatan kompetensi pembelajaran bahasa Arab bagi para dosen bahasa Arab di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diadakan Pusat Pengembangan Bahasa Arab UIN Malang.

Workshop kali ini diikuti perwakilan dari 20 PTKIN yang jumlahnya mencapai 60 peserta. 

Kegitan yang berlangsung di ruang pertemuan gedung Rektorat Lt.4 itu dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari dan berakhir Jumat (12/7).

Ketua Pusat Pengembangan Bahasa Abdul Hamid menyatakan, kegiatan ini sudah merupakan yang kesekian kalinya di UIN Malang. 

Tiga pakar bahasa Arab yang didatangkan langsung dari Riyad Saudi Arabia itu antara lain Prof Dr Saleh Al Shithri, Dr Muhamed al Amer, dan Dr Yaser al Budayye’.

“Kegiatan ini sekaligus untuk promosi kepada PTKIN, dan semua kegiatan ini dikomandani langsung oleh UIN Maliki Malang,” ucapnya.

Melalui workshop pembelajaran bahasa Arab ini, Abdul Hamid berharap UIN Malang yang dipercaya sebagai marcusuar pengembangan bahasa Arab bisa semakin baik lagi dan dosen pengampu bahasa Arab punya tanggung jawab untuk bisa mengupgrade sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi yang tengah berkembang.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk dosen bahasa Arab di UIN Malang. Akan tetapi juga untuk menularkan ke beberapa dosen bahasa Arab di PTKIN,” tandasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr M Zainuddin, MA dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr Uril Bahruddin menegaskan bahwa bahasa Arab sudah menjadi kebutuhan dan UIN Malang sampai saat ini terus berkomitmen untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab.

"Semua mahasiswa baru di UIN Malang di tahun pertama wajib mengikuti pembelajaran bahasa Arab secara intensif selama satu tahun,” tukasnya.