Kurikulum 13 telah diterapkan diseluruh sekolahan dan membutuhkan jawaban cerdas para pendidik dalam mengaplikasikannya kepada siswa (Ist)

Kurikulum 13 telah diterapkan diseluruh sekolahan dan membutuhkan jawaban cerdas para pendidik dalam mengaplikasikannya kepada siswa (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Kurikulum 13 telah diberlakukan secara serentak di sekolahan sejak tahun ajaran 2018/2019.

Pergantian menyeluruh kurikulum pendidikan dari KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) ke kurikulum 13, tentunya membutuhkan berbagai persiapan di tingkat para pendidik.

Tak ayal, sejak perubahan kurikulum tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sejak tahun lalu telah melakukan berbagai pendampingan di tingkat para guru. 

Dalam upaya memperkuat pemahaman mengenai kurikulum 13 berikut berbagai perubahannya di lapangan.

Hal ini pula yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terhadap para pendidik di wilayahnya. 

Berbagai pendampingan secara berkesinambungan dilakukan dalam upaya memberikan penguatan pola ajar dari guru ke peserta didiknya.

Karena, kata Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono guru saat ini tidak bisa hanya mengantungkan dirinya dalam proses mengajar pada buku paket atau lembar kerja siswa (LKS) saja.

"Materi pembelajaran Kurikulum 2013 adalah tematik. Dengan target yang pertama adalah perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah. Baik instrakurikuler, ekstrakurikuler maupun kokurikuler," katanya, Selasa (09/07/2019).

Target tersebut tentunya tidak bisa diwujudkan, bila guru hanya mengandalkan proses mengajarnya hanya terpaku pada buku paket atau LKS saja.

Dengan target kurikulum 13 itulah guru dipacu untuk lebih inovatif dalam memberikan pengajaran kepada anak didiknya. 

Dimana, buku paket dan LKS tetap dipakai tetapi dengan berbagai pengayaan yang bisa diambil dari berbagai sumber.

"Anak-anak didik saat ini jangan hanya disuruh menghafal. Tapi kurikulum 13 juga mendorong guru mampu mendorong higher order of thinking skill (HOTS). Karena HOTS ini bukan hanya milik anak SMA saja. Tetapi sejak dini harus diperkenalkan kepada anak didik. Kurikulum 13 memberikan ruang tersebut," urai Slamet yang juga menegaskan, dengan memberikan pemahaman konsep dasar materi pelajaran yang benar dan metode pembelajaran yang tepat oleh guru.

"Maka kualitas pendidikan kita akan semakin meningkat. Baik prestasi akademik maupun non akademik," imbuh Slamet.

Terpisah, pengawas SD wilayah kecamatan Donomulyo, Nur Wahid juga menyatakan hal senada. 

Dimana dirinya mengimbau kepada guru jangan hanya menggantungkan materi pembelajaran yang ada dalam buku paket atau LKS.

"Harus banyak mencari dan memperkaya referensi bahan ajar dari sumber lain sebanyak-banyaknya. Materi pembelajaran Kurikulum 2013 adalah tematik, sehingga cakupan materi yang ada masih dangkal. Nah, guru mestinya lebih memperdalam lagi dengan sumber atau bahan ajar lainnya," ucapnya.

 

End of content

No more pages to load