Setelah Bali, Pekalongan Juga Intip Pariwisata Kabupaten Malang

MALANGTIMES - The Heart of East Java sebagai branding pariwisata Kabupaten Malang baru berusia sekitar 3 tahun lebih sejak dideklarasikan. Tapi, gaungnya memiliki frekuensi dengan jangkauan luas. 

Merambah Bali sampai Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Dua wilayah yang juga dikenal dengan sektor pariwisatanya.

Bali, tentunya tidak perlu lagi diulas secara panjang terkait pariwisatanya. Pun, Pekalongan yang sejak lama dikenal sebagai sentra batiknya. Tapi, kedua daerah tersebut, tetap memilih Kabupaten Malang dalam upaya mengintip strategi kepariwisataannya yang di usia sangat dini telah memesona berbagai daerah di Indonesia.

Dari kunjungan Bupati Pekalongan beserta 18 rombongannya ke Kabupaten Malang, terkuak bahwa berbagai daerah melakukan kunjungan terkait rasa penasaran atas capaian sektor pariwisatanya.

"Beberapa daerah menjadikan Kabupaten Malang sebagai pilihan kunjungan di sektor pariwisata, dimungkinkan karena capaian kita. Dimana dalam waktu yang relatif pendek, beberapa agenda pariwisata kita sudah diakui di tingkat provinsi dan nasional," ucap Sanusi, Senin (08/07/2019).

Plt Bupati Malang Sanusi (kiri) bersama Bupati Pekalongan, Jateng, dalam kunjungan kerja terkait pariwisata

Strategi mengemas potensi pariwisata di Kabupaten Malang, menjadi salah satu daya pikat berbagai daerah yang mengunjunginya. Selain tentunya, pola kerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam bersinergi menguatkan sektor pariwisata.

Hal lainnya, tentunya dalam koridor kerjasama pariwisata lintas daerah yang juga terus digaungkan oleh pemerintah pusat dalam berbagai program dan even kegiatannya selama ini.

"Bagian dari tujuan kunjungan kami memang ingin mengenal lebih dekat pariwisata di Kabupaten Malang. Sehingga kami juga bisa menyerap berbagai pengalaman baik yang telah berjalan di Kabupaten Malang," ucap Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan, Jateng.

Asip juga menyampaikan, dari sambutan Sanusi terkait proses perjalanan dunia pariwisata sampai lahirnya branding the heart of east Java, banyak hal yang bisa dipetik dan diaplikasikan di wilayahnya.

"Tentunya banyak yang bisa ditiru untuk kemajuan dunia pariwisata Pekalongan, selain batik dan konveksinya yang telah dikenal. Jadi memang tujuan kami untuk itu, selain juga membangun kerjasama ke depan dalam dunia pariwisata antara kami dengan kabupaten Malang," ujarnya.

Dalam sambutannya Sanusi menyampaikan, bahwa sektor pariwisata yang menjadi salah satu program strategis Kabupaten Malang, berangkat dari melimpahnya potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan tofografi dan geografis Kabupaten Malang yang sangat mendukung sektor pariwisata berkembang pesat.

Pemetaan potensi pariwisata yang diklasifikasikan menjadi five paradise, meliputi wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, wisata minat khusus, serta ekowisata. Menjadi fokus utama pembangunan di Kabupaten Malang dari berbagai sektor mendukung dunia pariwisata.

"Berangkat dari situlah branding the heart of east Java diluncurkan. Pembangunan pun difokuskan ke lima surga wisata yang dimiliki Kabupaten Malang," urai Sanusi yang juga menjelaskan makna dari branding tersebut.

"Branding ini bermakna bahwa Kabupaten Malang memiliki berbagai sektor wisata yang diminati wisatawan. Semuanya ada di sini. Sehingga untuk melihat Jawa Timur, bisa ditemukan di Kabupaten Malang sebagai jantungnya," imbuhnya.

Tidak berhenti menjual kemolekan alam, eksotisme budaya serta ekowisata yang kaya. Pemkab Malang pun merancang strategi untuk mengintegrasikan dunia pariwisata melalui rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari. Dimana dengan adanya KEK Singosari, maka potensi wisata akan semakin terbuka lebih luas.

"Jadi pembangunan pariwisata di Kabupaten Malang bersifat integral dan saling mendukung. Inilah strategi kita yang juga kita sampaikan kepada tamu dari daerah lain," pungkas Sanusi.

 

 

Top