MALANGTIMES - Pasca kasus yang sempat menghebohkan publik, yakni mutilasi seorang wanita  di Pasar Besar, Klojen, Kota Malang, situasi penjagaan pasar saat ini lebih diperketat lagi.  Selain itu, lokasi kejadian mutilasi dan pembuangan jasad mutilasi juga ditempeli  pihak pengelola Pasar Besar.

Di beberapa tiang, ditempeli peringatan atau imbauan agar orang tidak berisitirahat di sekitar lokasi tempat terjadinya mutilasi atau pembuangan jasad wanita yang dimutlasi.

"Mohon tidak istirahat di lokasi parkiran motor, mds Pasar Besar Malang," tulis sebuah stiker yang tertempel di tiang dekat lokasi kamar mandi tempat pembuangan jasad wanita yang dimutilasi.

Sementara itu, salah satu wastib Pasar Besar, Andoko, mengakui  pengamanan selalu diperketat. Pasar yang tutup sekitar pukul 17.00 WIB, petugas wastib selalu menutup pintu-pintu masuk mulai yang ada di lantai satu hingga ke lantai berikutnya.

"Kami tutup semua sampai lantai atas. Ada 79 pintu Dan semua berpagar dan tertutup semua. Nggak ada yang rusak. Nggak ada yang tidur di pasar. Pokoknya tutup pasar sudah sepi," bebernya (7/7/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, sebelumnya memang Pasar Besar Kota Malang terlihat terang benderang dan tak terlihat gelap seperti saat ini. Namun hal tersebut terjadi sebelum kebakaran beberapa tahun lalu. Saat itu memang di Pasar Besar terdapat penerangan PLN dengan genset.

"Namun setelah kebakaran, PLN hanya mengaktifkan di lokasi sayur sampai lantai satu bagian tengah. Kalau malam memang mati total. Namun sebagian toko ada juga yang menyalakan lampu-lampu sehingga nggak total gelap semua," bebernya.

Dalam penjagaan, personel wastib juga secara maksimal  dikerahkan. Dalam setiap shift penjagaan, empat personel  wastib selalu berjaga. Mereka keliling seluruh wilayah Pasar Besar.

"Ada dua shift. Setiap shifnya satu regu. Satu regu empat orang. Dan di sini sendiri ada empat regu. Lantai atas itu kan punya Matahari. Jadi, Matahari dengan Pasar Besar memang ada penjaganya sendiri juga," ujar Andoko.

Dalam kesempatan beberapa waktu sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan, pasca-kejadian beberapa waktu lalu, pihaknya langsung memerintahkan petugas terkait untuk melakukan pengaman lebih maksimal lagi.

"Saya sudah perintahkan personel pengawasan dan ketertiban (wastib) Pasar Besar untuk memaksimalkan pengaman," ucap dia.

Bahkan jika diperlukan, mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi, termasuk menghalau anjal maupun gepeng, pihaknya juga memerintahkan wastib memeriksa orang-orang dengan gelagat mencurigakan.

"Kalau ada yang membawa barang-barang yang mencurigakan atau gelagatnya mencurigakan, saya instruksikan untuk ditanyakan kalau perlu dilihat," pungkasnya.