Polisi menunjukkan postingan pelaku Aida Konveksi.

Polisi menunjukkan postingan pelaku Aida Konveksi.



MALANGTIMES - Penyidik Polres Blitar Kota telah menaikkan kasus dugaan penghinaan presiden oleh akun Facebook Aida Konveksi. Kebijakan ini diambil setelah polisi melakukan gelar perkara.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, pertimbangan dinaikkannya kasus ini ke proses penyidikan karena ada dugaan tindak pidana dalam perkara ini. Saat ini polisi terus melakukan upaya penyidikan dengan mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Dinaikkan ke penyidikan berarti ada dugaan tindak pidana dalam perkara ini," jelas Heri Sugiono, Jumat (5/7/2019).

Selain memeriksa empat saksi yang mengetahui konten postingan akun Facebook Aida Konveksi milik Ida Fitri, penyidik juga meminta keterangan saksi ahli. Saksi ahli tersebut merupakan ahli bahasa dan ahli pidana.

Tak hanya itu. Untuk mengungkap kasus ini, polisi juga memeriksa ahli teknologi informasi untuk menganalisis wajah  (face recognition) dalam postingan yang dibagikan Ida Fitri.

"Jadi, selain memeriksa ahli pidana dan ahli bahasa, kami juga memakai ahli Informasi teknologi. Saat ini penyidik sudah berangkat ke Surabaya," sambungnya.

Sebelumnya sebuah akun Facebook atas nama Aida Konveksi mendadak viral. Dalam unggahan akun Facebook tersebut, terdapat dua foto mirip Presiden Joko Widodo yang diedit menyerupai mumi dengan keterangan "The new Firaun....".

 Tak hanya itu. Akun tersebut juga mengunggah sebuah foto seorang hakim yang diedit menjadi berkepala anjing. Unggahan itu diberi keterangan iblis berwajah anjing.

Akun Facebook  tersebut diketahui merupakan milik wanita berinisial Ida Fitri (44), warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.  IF sebagai pemilik akun dan penggunggah konten sampai saat ini masih berstatus terlapor.

End of content

No more pages to load