Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Trestiawan (dua dari kiri) saat menunjukkan alat bukti dan tersangka pelaku penjambretan dengan kekerasan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Trestiawan (dua dari kiri) saat menunjukkan alat bukti dan tersangka pelaku penjambretan dengan kekerasan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Seorang kuli bangunan kini harus rela mendekam di balik jeruji besi. Ya, Nuril Anwar (NA), kuli berusia 20 tahun itu,  menelan kepahitan akibat perbuatannya menjambret  sebuah ponsel.

Selasa malam (2/7) lalu, ia nekat melakukan aksi jambret terhadap seorang mahasiswi bernama Lidiaidi (LI) tepat di depan kampus Universitas Merdeka (Unmer) Malang Jl Terusan Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang. "Iya itu buat makan sehari-hari, saya terpaksa maling di situ," ungkapnya kepada awak media di Polres Malang Kota, Jumat (5/7).

Dari pekerjaannya sebagai seorang kuli bangunan yang kesehariannya mencari batu, laki-laki warga Sukun, Kota Malang, ini mengaku masih membutuhkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlebih dia juga ditinggal sang ibu ke Banjarmasin. "Saya sehari-hari tukang batu. Ya masih kurang buat jajan sehari-hari itu. Soalnya, ibu saya juga kerja di Banjarmasin," imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Trestiawan menjelaskan kejadian tersebut bermula saat pelaku menyaksikan korban tengah berjalan sendirian pukul 23.30 WIB dengan memainkan ponselnya di depan Kampus Unmer. Kemudian timbul niat tersangka untuk merebutnya dari korban.

"Korban sempat melakukan perlawanan, hingga kemudian tersangka juga melakukan kekerasan dengan menyeret korban sejauh dua meter. Korban juga sempat berteriak dan mengejar pelaku bersama teman-temannya. Saat pengejaran, terdengar oleh petugas dan akhirnya dilakukan penangkapan," ujar Arie.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyelidikan. Namun, pelaku mengaku jika tindakan ini baru pertama dilakukan. Akibat perbuatannya, NA dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

"Sampai saat ini pelaku mengaku beru pertama melakukan (penjambretan). Tapi masih terus kami kembangkan apakah pengakuannya benar atau tidak. Sementara NA dijerat dengan Pasal 365 KUHP," pungkas Arie.

End of content

No more pages to load