Wakil Rektor IV UIN Malang Dr Uril Bahruddin, MA (kanan) bersama perwakilan peserta mahasiswa asing saat pemberian cindera mata (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wakil Rektor IV UIN Malang Dr Uril Bahruddin, MA (kanan) bersama perwakilan peserta mahasiswa asing saat pemberian cindera mata (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Raut antusias tampak pada wajah - wajah mahasiswa asing ini. Ya, mereka berkesempatan mengenal dunia pembelajaran baru dan budaya di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jum'at (5/7).

Disambut dengan penampilan tarian tradisional Tari Topeng, sebanyak 21 mahasiswa asing ini saling mengabadikan momen. Bahkan mereka juga berkesempatan untuk belajar menari 'Tari Topeng' bersama si penari.

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Uril Bahruddin, MA mengatakan kedatangan mereka berkunjung ke UIN Malang sebagai salah satu dari agenda Western Australia East Java University Consortium (WAEJUC). Dimana seluruh universitas negeri se-Jawa Timur berkesempatan dikunjungi oleh mahasiswa asing.

"Kita ada tamu dari mahasiwa Australia, dimana mereka sebenarnya kesini untuk belajar tentang beberapa subyek materi dan budaya yang beragam di Jawa Timur. Mulai dari universitas negeri yang ada kita juga menjadi salah satunya untuk dikunjungi," ujar dia usai menyambut kedatangan mahasiswa Asing tersebut di Gedung Rektorat UIN Malang.

Sebelumnya mahasiswa tersebut juga telah mengunjungi beberapa universitas lainnya di Jatim. Yakni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Institite Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Brawijaya (UB), dan juga Universitas Negeri Malang (UM).

Kesempatan berbeda dimiliki oleh UIN Malang, lantaran mereka mendapatkan dua materi dalam kunjungan ini. Yakni, materi isu gender dalam Islam dan Radikalisme. 

"Disamping tadi juga mereka kita kenalkan budaya dengan tari topeng, mereka juga akan mendapatkan materi subyek ya. Apalagi kita di sini universitas Islam, jadi mengenai isu gender dalam Islam dan radikalisme," imbuh dia.

Pemberian kedua materi tersebut untuk memberikan pengetahuan tambahan mengenai wawasan akan isu gender dan isu radikalisme yang kerap menjadi perbincangan umum.

"Kita ingin beritahukan kepada mereka bahwasannya islam itu begini. Seperti isu - isu teroris itu kita ingin luruskan. Memberikan pengetahuan yang betul-lah bahwa Islam itu baik, Islam itu moderat, Islam itu rahmatan lil alamin. Kan tidak seperti yang dibayangkan selama ini," paparnya.

Tak hanya itu, disamping dikenalkan materi mahasiswa asing ini juga dikenalkan bernagai kuliner khas Jawa Timur. Mulai dari rawon, soto, gado - gado dan yang lainnya. Kemudian nantinya juga akan dikenalkan berbagai area wisata.

Kedatangan tamu yang notabene mahasiswa asing menjadikan pihak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut dengan suka cita. Terlebih, akan ada program world class university yang akan dihadirkan di kampus ini.

"Kampus kita ini kan memang dalam rangka untuk world class university, jadi kita harus menerima banyak orang darimanapun. Tidak terbatasi hanya agama atau suku tertentu tapi semua orang di dunia bisa berkunjung dan belajar di UIN Malang," tandasnya.

End of content

No more pages to load