MALANGTIMES - Penuntasan kasus pemotongan honorarium gaji piket Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batu, terus digeber oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu. Kini Kejaksaan Negeri Kota Batu memunculkan dua nama baru. Kedua nama yang lainnya itu ikut diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan.

Namun, terkait kejelasan nama tersebut, pihak Kajari masih enggan untuk membeber siapa nama selanjutnya yang bakal diproses hukum. “Ada prosesnya nanti, jangan dulu disebut karena harus ditemukan faktanya,” kata Kepala seksi pidana khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Hendra Hidayat.

Sedangkan kasus ini menyeret Kepala Satpol PP (Kasatpol) Robiq Yunianto, dan Bendahara Satpol PP Kota Batu, Anita Yuliantriningsih.

Robiq sudah dinyatakan tersangka dengan mendapatkan hukuman selama dua tahun penjara, Robiq kini telah menjalani banding ke pengadilan. Dan saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang.

Dalam salinan berkas perkara persidangan memang dinyatakan jika tersangka Robiq melakukan tindakan pemotongan honor Satpol PP tersebut secara bersama-sama.

Ia menambahkan hingga saat ini pihaknya masih akan lanjut penyidikan kepada Bendahara Satpol PP Kota Batu, Anita Yuliantriningsih untuk selanjutnya disidangkan. Ia mentargetkan dua bulan kedepan semua berkas perkara sudah siap untuk diajukan kepada jaksa penuntut umum.

“Untuk RY ini sudah menyatakan Banding. Sementara untuk Bendaharanya kita adakan pemeriksaan dan sudah P21, dua bulan lagi masuk tahap dua. Saat ini yang bersangkutan sedang kami tahan,” ungkapnya. 

Sedang kasus Pemotongan Honorarium Kegiatan Piket Satpol PP Batu tahun 2017 di empat tempat. Dalam kasus tersebut, penyidik memperoleh bukti yang kuat bahwa Robiq menyunat alias memotong hak-hak bawahannya. 

Totalnya ada empat bangunan pemerintahan di Kota Batu yang mendapatkan penjagaan penuh pihak Satpol PP.  Empat lokasi itu adalah Balai Kota Among Tani, Gedung DPRD, Rumah Dinas Wali Kota Batu dan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu. 

Para personel Satpol PP setiap hari digilir untuk membantu penjagaan bangunan-bangunan itu. Harusnya, personel yang menjaga mendapat honorarium dalam nominal tertentu. Tetapi yang sampai di tangan petugas lapangan tak sebanyak yang tertera di atas kertas.