M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, optimis mutu pendidikan meningkat dengan berbagai penerapan teknologi digital (Nana)
M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, optimis mutu pendidikan meningkat dengan berbagai penerapan teknologi digital (Nana)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, setiap tahunnya ditarget ketat terkait peningkatan kualitas pendidikan di berbagai sekolah di wilayahnya. Target tinggi itu pula yang dijawab oleh dinas di bawah kepemimpinan M Hidayat dengan berbagai terobosan yang telah dilakukannya selama ini.

Salah satunya adalah terkait pemakaian Education Public Service (EPS) berbasis teknologi informasi sebagai bagian percepatan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malang.

EPS yang dimaksud adalah layanan pendidikan berbasis teknologi informasi yang meliputi e-presensi, e-kinerja dan e-learning bagi guru pengawas dan kepala sekolah. Dilanjut dengan peluncuran e-sakip, e-antrian, e-administrasi (pada layanan administrasi pendidikan terpadu) dan sistem data center pendidikan. Semuanya berbasis web dan android melalui aplikasi EPS malangkab.

"Melalui EPS berbasis teknologi informasi itu percepatan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malang diharapkan bisa terwujud di tahun 2019 ini," kata M Hidayat atau Dayat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (04/07/2019).

Dayat melanjutkan, di era revolusi industri 4.0, dunia pendidikan tidak bisa berkutat dengan cara-cara konvensional, seperti masa lalu. Apabila ingin maju dan berprestasi di masa seperti sekarang ini, teknologi tidak bisa dipisahkan untuk mencapai tujuan besar dalam memujudkan pendidikan yang berkualitas.

"Kita tidak bisa menutup mata dengan perubahan besar saat ini. Dimana segala sektor berubah dengan cepatnya. Dunia pendidikan pun harus berubah dan mengikuti jalannya zaman saat ini," ujarnya.

Strategi EPS yang diluncurkan Dinas Pendidikan, diikuti terlebih dulu dengan peluncuran e-learning. Yakni, sebuah platform yang disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran bagi siswa. 

"Ini menjadi satu kesatuan strategi dalam mempercepat mutu pendidikan. Karena untuk mencapai itu, tidak hanya siswanya yang dipacu tapi juga seluruh pendidiknya juga. Kita tahu tanpa bantuan teknologi informasi, tentu menjadi sulit untuk melakukan dua tujuan besar ini secara bersamaan," ungkap Dayat.

Dayat mencontohkan, untuk mewujudkan percepatan mutu pendidikan, diperlukan para pendidik yang berdisiplin serta memiliki jiwa korsa dalam dunia pendidikan. Untuk menegakkan hal itu, membutuhkan teknologi untuk menjangkau seluruh pendidik di Kabupaten Malang yang merupakan wilayah erluas kedua di Jawa Timur (Jatim).

Maka, lahirnya e-Presensi yang ditujukan untuk menguatkan kedisiplinan dan jiwa korsa guru. Melalui e-Presensi yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kelas, etos kerja guru akan terpantau benar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Melalui e-Presensi kita akan secara objektif melihat para pendidik menjalankan tugasnya. Selain bisa jadi alat untuk pemberian tunjangan profesi pendidik (TPP). Juga sebagai ruang bagi kita semua untuk semakin tertib, disiplin, produktif dan memiliki etos kerja tinggi," ujar Dayat.

E-Presensi hanyalah salah satu aplikasi yang ada di EPS. Aplikasi lainnya terus dikembangkan dan dipraktekkan dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang yang ditarget bisa diposisi 10 besar Jatim.
“Ini juga sebagai jawaban dari kami mengenai kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 dalam sektor pendidikan,” pungkasnya.