MALANGTIMES - Heni Siska Yuana (40), perempuan yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan bekerja di RSUD dr Iskak Tulungagung, terancam dikenakan sanksi oleh manajemen rumah sakit pelat merah tempatnya bekerja. 

Sebelumnya Heni dilaporkan ke polisi oleh suaminya, MK (45), warga dDusun/Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Suami Heni melapor ke polisi karena menduga istrinya telah melakukan perzinahan dengan Rendi Aradea Safrudin (40), warga Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

"Kami tahu kalau mereka kumpul kebo kan setelah ada kasus ini. Setelah ini berkasus, maka kami akan tindak lanjuti," kata Kepala Humas RS dr Iskak Muhammad Rifai, Rabu (03/07) siang.

Karena suami Heni telah melapor ke polisi, Rifai memastikan menunggu masalah hukum yang dihadapi pegawainya itu. "Kalau ada keputusan hukum kepada yang bersangkutan terkait kasus yang menimpa (perzinahan) dan berkekuatan hukum, maka akan kami proses sesuai aturan kepegawaian yang berlaku," ucapnya.

Hasil informasi yang diterima Rifai, Heni dan suaminya saat ini, selain berperkara hukum, juga beproses urusan perceraian.  "Saat ini kan sedang proses perceraian pasangan tersebut," katanya.

Sebelumnya, menurut keterangan MK  di depan polisi, kelakuan Heni yang berselingkuh dengan Rendi sudah diketahui pada awal 2018. Namun rumah tangga keduanya bisa diselamatkan dengan cara kekeluargaan.

Hubungan MK dan Heni kembali bermasalah dan pada puncaknya, Heni pamit keluar rumah dan tinggal di rumah orang tuanya.

Tak bisa dibendung, MK merelakan istri yang sudah dipertahankan dengan berbagai cara itu pergi dari rumahnya. Tapi aroma tak sedap kembali dicium oleh MK. Ternyata diam-diam Heni tinggal di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru.

Mendapat kabar dari teman Heni, MK kemudian melakukan penyelidikan. Ternyata apa yang diduga benar. Istrinya yang pamit pulang ke rumah orang tuanya itu telah tinggal serumah dengan pria bernama Rendi.

“Dari laporan suaminya, dia tahu istrinya ini kembali selingkuh dengan orang yang sama,” ungkap kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung Ipda Retno Pujiarsih, Minggu (30/06).

Bukan hanya sekadar hubungan perselingkuhan biasa. MK juga mendapatkan informasi bahwa hubungan istrinya dengan Rendi menghasilkan calon buah hati. Heni diketahui telah hamil akibat hubungan terlarang tersebut.

Kenyataan yang tak bisa diterima begitu saja oleh MK. Setelah memastikan istrinya kembali berselingkuh dengan Rendi, MK melapor ke Polres Tulungagung pada Jumat (28/06) lalu.

Retno mengakui  status Heni sebagai ASN di RSUD dr Iskak Tulungagung. “Kalau soal hamil, kami belum pastikan berapa bulan,” sambung Retno.

Laporan perzinahan hanya bisa diproses atas laporan suami atau istri pelaku. Dalam perkara ini, MK melaporkan  sekaligus Rendi yang dituding pasangan selingkuhnya. Polisi melalui UPPA masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini guna proses hukum lebih lanjut.