Ruang Guru memberikan apresiasi kepada Hidayah Susatri dari SMPN 1 Turen. (Humas Pendidikan for MalangTIMES)

Ruang Guru memberikan apresiasi kepada Hidayah Susatri dari SMPN 1 Turen. (Humas Pendidikan for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menambah daya amunisi dalam menghadapi era digitalisasi dalam dunia pendidikan dewasa ini. Menggandeng Ruang Guru, sebuah perusahaan startup yang berfokus pada pendidikan melalui jalur digital, dan Persada Capital Investama, Dinas Pendidikan bersiap mewujudkan para guru gaul yang akrab dan mahir menjalankan tugasnya di era teknologi informasi saat ini.

Para guru gaul yang dilatih oleh Ruang Guru dipersiapkan secara matang dalam sebuah program pembinaan dan pengembangan yang dilakukan selama 1 tahun penuh dengan pola pembelajaran di dunia maya melalui aplikasi yang disediakan oleh perusahaan yang berdiri tahun 2014 ini.

Samara, manajer Ruang Guru, menyampaikan bahwa kerja sama yang dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebagai bagian dari tujuan didirikannya perusahaan yang dibesut oleh Belva Devara dan Iman Usman tersebut. Belva dan Iman adalah dua orang yang berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik di bidang pedagogik, profesional, personal, dan sosial. Harapannya, setelah menyelesaikan program, akan membuat para guru menjadi mahir dalam proses mengajar dengan tuntutan abad 21 ini," terangnya dalam acara closing ceremony  Indonesia Teaching Fellowship (ITF) 2018/2019.

Berbagai materi yang diberikan Ruang Guru kepada 150 guru SD dan SMP di Kabupaten Malang, yang terpilih melalui seleksi untuk ikut serta dalam program, mencakup berbagai kompetensi seorang guru gaul di zaman saat ini yang tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi informasi.

Samara menyampaikan, materi yang telah diberikan adalah strategi pembelajaran, perencanaan kurikulum, pembelajaran digital, wawasan pendidikan, dan keberagaman dalam pendidikan. Selain itu, kompetensi guru sosial agar para guru bisa mengatur strategi serta menjadi guru yang memotivasi dan komunikatif. "Harapannya,  program ini dapat memberikan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad 21,” imbuh Samara.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat, yang sejak beberapa tahun lalu mengawal proses terwujudnya digitalisasi di dunia pendidikan, menyampaikan bahwa kerja samanya dengan Ruang Guru sebagai upaya mempercepat impian tersebut. "Untuk di kantor dinas sendiri sudah dibentuk. Saatnya digitalisasi pendidikan ini juga dibawa ke tingkat sekolah. Dengan menggandeng Ruang Guru dalam program ITF ini, saya yakin harapan kita bisa diwujudkan," ujar Dayat, sapaan akrab kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Selasa (02/07/2019).

Harapan Dayat itu didasarkan dengan berbagai materi yang diberikan Ruang Guru sangat relevan dengan tantangan era revolusi industri 4.0. 
"Dalam program ini, disediakan berbagai teknik pembelajaran secara online. Buka  hanya para guru saja yang dapat bimbingan, tapi juga ada beasiswa yang diberikan ke 1.800 siswa. Sehingga diharapkan program  ini bisa meningkatkan nilai akademis siswa dewasa ini," ujarnya.

Dalam acara closing ITF juga diumumkan penghargaan untuk kategori the most active teacher yang dimenangkan oleh Hariadi dari SMP PGRI 1 Kepanjen, the most improved teacher direbut oleh Devi Winarsih dari SMP NU Al-Hikmah Tumpang,   the most impactful teacher oleh Hidayah Susatri dari SMPN 1 Turen, dan the national best teacher dipegang oleh Sri Ida Noviati dari SMPN 2 Turen.

 

End of content

No more pages to load