Produk skincare Sekawan Ndoro buatan mahasiswa ABM. (Foto: istimewa)

Produk skincare Sekawan Ndoro buatan mahasiswa ABM. (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Bentuk daun ini tidak begitu lebar, mempunyai bunga-bunga berukuran kecil berwarna kekuningan, memiliki kandungan nilai nutrisi yang banyak, seperti energi, protein, karbohidrat, gula, lemak, serat pangan. Juga kaya akan air.

Ya, daun tersebut ialah daun bidara. Sebagian besar masyarakat percaya daun bidara dapat digunakan untuk mengobati seseorang yang kerasukan jin atau terkena sihir tertentu. 

Penggunaan daun bidara untuk mengatasi gangguan jin dan sihir ini sudah dilakukan sejak zaman nabi. Namun, daun bidara tidak hanya memiliki fungsi dalam hal mistis.

Beberapa hadis menganjurkan untuk menggunakan daun bidara untuk banyak hal. Di antaranya untuk mandi wajib, mandi haid, mandi ketika kita baru masuk agama Islam, bahkan untuk memandikan jenazah.

Berbeda dengan fungsi daun bidara selama ini yang lekat dengan hal mistis, sekelompok mahasiswa STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Malangkucecwara  atau ABM mengilmiahkan daun ini untuk bahan pembuatan produk-produk skincare. Di antaranya masker, toner, lip scrub, dan lip balm. Skincare tersebut diberi nama Sekawan Ndoro.

Sekelompok mahasiswa tersebut di antaranya Reva Rizki Zuraida (Akuntansi 2014), Lidia Yunianti (Akuntansi 2015), Maria Winda Lestari (Manajemen 2016), Chaterina Sherly M (Akuntansi 2018), dan Afnenda Elfreda Frederica S. (Akuntansi 2018). "Keunggulan masing-masing produk ini salah satunya itu detoksifikasi secara alami," ujar ketua tim Sekawan Ndoro Reva kepada MalangTIMES.

Dikatakan Reva, masker Sekawan Ndoro berkhasiat untuk mengencangkan kulit. "Setelah pakai 5 menit, terasa khasiatnya," imbuhnya.

Sementara  toner-nya bisa multifungsi sebagai make up remover juga. Ia mampu menghilangkan sisa kotoran yang menempel di wajah.

Saat ditanya mengapa mereka memilih daun bidara sebagai bahan skincare-nya, Reva mengaku, sebagai mahasiswa, mereka ingin mengilmiahkan daun tersebut. "Kalau dulu orang-orang mengenal daun bidara sebagai daun penghilang santet dan untuk rukyah. Nah, kita sebagai mahasiswa yang biasanya ilmiah, mengilmiahkan daun bidara ini supaya bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi daripada sebelumnya," bebernya.

Perlu diketahui, inovasi ini mendapat apresiasi dari Kemenristekdikti. Sekawan Ndoro lolos seleksi dan berhak maju dalam persiapan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan pada 16 Juli 2019 mendatang.

End of content

No more pages to load