Tim pengaduan yang terdiri dari DPMPTSP Kota Malang dan kepolisian mendatangi kantor cabang toko modern yang mendapat aduan masyarakat (Istimewa).

Tim pengaduan yang terdiri dari DPMPTSP Kota Malang dan kepolisian mendatangi kantor cabang toko modern yang mendapat aduan masyarakat (Istimewa).



MALANGTIMES - Belum lama ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang mendapat aduan terkait berdirinya toko modern di kawasan Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring. 

Semestinya, Senin (1/7/2019) ini pihak managemen dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun sama seperti sebelumnya, undangan yang dilayangkan tak diindahkan. 

Hingga membuat tim pengaduan yang terdiri dari DPMPTSP Kota Malang dan pihak kepolisian mendatangi langsung kantor cabang toko modern yang juga terletak di kawasan Jl. Mayjend Sungkono itu.

"Sudah kami panggil, tapi karena belum ada yang datang kami tinjau langsung ke lapangan dengan mendatangi pusat toko," kata Kabid Data dan Sitem Informasi DPMPTSP Kota Malang, Alwiyah pada MalangTIMES, Senin (1/7/2019).

Tinjau lapangan itu menurutnya dilakukan untuk mengetahui kelengkapan dokumen perizinan berusaha. 

Hasilnya, pihak manajemen menjelaskan jika pendirian toko dilakukan atas dasar perusahaan sudah mengantongi Nomor Izin Berusaha (NIB) melalui pendaftaran yang dilakukan secara online.

Namun sayangnya, belum ada satu pun dokumen komitmen yang semestinya dibuat terlebih dulu pasca diterbitkan NIB. 

Sehingga dia mendorong agar pihak manajemen segera menyelesaikan dokumen-dokumen komitmen sebagaimana ketentuan yang ada.

"Setelah kami cek, mereka baru punya NIB dan dokumen komitmen baru IMB. Sedangkan IUTM, izin lingkungan, dan SLF belum di kantongi," kata perempuan berhijab itu.

Dia menyampaikan, pihak managemen toko modern tersebut akan dipertemukan dengan warga sekitar toko yang mengadu pada 9 Juli mendatang. 

Ditegaskan agar pertemuan dengan warga yang keberatan dengan keberadaan toko dilakukan dan dilanjutkan dengan menyelesaikan berbagai dokumen komitmen yang belum terpenuhi.

"Komitmen bagaimana pun harus diselesaikan, karena itu sudah prosedurnya," tegas Alwi.

 

End of content

No more pages to load