Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Ilustrasi. (Foto: istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Hingga bulan Juni 2019 ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu telah merehabilitasi 10  orang atau residen pecandu narkotika. Mereka yang direhabilitasi itu mulai dari kalangan pelajar hingga pekerja.

Mereka saat ini melakukan rehabilitasi rawat jalan. “Dari 10 residen itu rata-rata adalah pelajar atau remaja putus sekolah akibat salah pergaulan. Hingga saat ini sedang kami tangani,” kata Anggota Tim Asesment Terpadu (TAT) BNN Kota Batu, Sayekti Pribadiningtyas.

Ia menambahkan usia residen yang ditanganinya itu antara 16 tahun sampai 20 tahun. Dengan beberapa residen itu putus sekolah jenjang SMP dan beberapa ada yang status pelajar pada saat ini.

Perawatan yang dilakukan itu mereka melakukan rawat jalan selama delapan kali pertemuan. Mulai proses terapi adalah konseling dan terapi keluarga. “Beberapa terapi lain juga diberikan dalam proses penyembuhan. Yakni dengan pendekatan CBT, art therapy, motivasi, dan sugesti,” imbuhnya.

Dengan rehabilitasi ini agar para pengguna bisa pulih baik  produktif maupun pulih tidak produktif. Tetapi dengan rehabilitasi ini bisa mentas dari mengonsumsi narkoba.

Sedangkan berdasarkan catatan pada tahun 2017 ada 54 residen, dengan rincian rawat jalan di klinik BNN Kota Batu ada 25 orang. Di puskesmas Batu ada 25 orang, dan rawat inap di Rumah Sakit Rumah Sakit Dr. Radjiman Widyodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang, 4 orang. 

“Untuk rehabilitasi rawat jalan ini selain di Klinik kami, bekerja sama dengan Puskesmas Batu, Rumah Sakit Baptis, dan RSJ Lawang,” ungkap Kasi Rehabilitasi BNN Kota Batu Rose Iptriwulandhani.

Kemudian pada tahun 2018 ada 48 residen. Rinciannya rawat jalan di klinik BNN Kota Batu ada 20 orang. Di puskesmas Batu ada 10 orang, dan Rumah Sakit Baptis 15. Sedangkan yang dirawat inap di Rumah Sakit Dr. Radjiman Widyodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang, 3 orang.

End of content

No more pages to load