Kiper utama Madura United, M. Ridho (istimewa)

Kiper utama Madura United, M. Ridho (istimewa)



MALANGTIMES - Menjadi kiper adalah suatu kelebihan yang jarang dimiliki oleh pesepakbola, selain makin tua kemampuannya semakin matang. 

Hal itu juga berpengaruh pada nilai transfer dan gajinya yang cukup besar-besar.

Meski kiper keberadaannya jarang disorot media, namun mereka sangat penting bagi suatu tim.

Karena para pemain akan sangat nyaman ketika melakukan serangan jika memiliki kiper yang cukup handal dalam menghalau setiap serangan yang dibangun lawan.

Khususnya di Liga 1 2019, ada beberapa penjaga gawang yang memiliki nilai kontrak yang cukup tinggi. 

Hal itu juga tidak lepas atas kontribusinya pada tim yang cukup besar dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Siapa sajakah kiper yang dibayar termahal dalam ajang liga tertinggi di Indonesia, berikut kiper-kiper tersebut :

1. Andritany Ardhiyasa 
 


(300 ribu Euro atau sekitar Rp. 4,8 miliar)

Siapa yang tak kenal Andritany Ardhiyasa, ya dia adalah kiper utama Persija Jakarta yang juga dipercaya menjadi kapten tim.

Kiper jebolan tim junior Diklat Ragunan ini menjadi pemain pujaan The Jak Mania karena loyalitasnya sangat tinggi kepada Persija.

Tercatat, ia membela Macan Kemayoran mulai tahun 2010 hingga kini.

Selain menjadi kiper utama Persija Jakarta, Andritany kini juga adalah kiper nomor satu Timnas Indonesia yang sering dipercaya menjadi kapten tim.

Prestasi paling berkesan bagi kiper yang gemar mengenakan nomor punggung 26 itu adalah ketika di Liga 1 2018 Persija hanya 4 kali kalah, 4 kali imbang serta sisanya menang dan menjadi juara.

2. Muhammad Natshir, Persib Bandung
 


(200 ribu Euro atau sekitar Rp. 3,2 Miliar)

Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang dikenal dengan nama Deden lahir di Bandung 13 Februari 1993 saat ini berumur 26 tahun, merupakan kiper jebolan SSB UNI Bandung. 

Ia adalah kiper andalan Persib Bandung saat ini.

Sebelum bersinar bersama Persib, Deden juga sempat membela Arema pada tahun 2013 hingga 2014 lalu.

Kiper dengan tinggi 182 cm ini bermain dengan gemilang saat Persib melawan Persipura. 

Saat itu ia berhasil menjaga gawang dan mengantarkan timnya menang 3-0.

Deretan prestasi telah diukir pesepakbola asli Bandung itu mulai 2014 menjuarai Indonesia Super League (ISL), juara Piala Presiden 2015, dan beberapa prestasi lainnya.

Karena penampilannya yang apik, ia menjadi kiper yang memiliki kontrak cukup tinggi diantara banyaknya penjaga gawang di Indonesia.

3. Awan Seto
 


(200 ribu Euro atau sekitar Rp. 3,2 miliar)

Awan Seto Raharjo yang lahir di Semarang 20 Maret 1997 adalah pemain Bhayangkara FC berposisi sebagai penjaga gawang.

Ia adalah bagian dari skuad Indonesia U-19 era Indra Sjafri dan namanya mulai dikenal publik ketika membela tim U-11 yang mewakili Indonesia pada ajang Danone Nations Cup (DNC) 2010 di Sao Paulo, Brasil.

Kiper muda ini bahkan kini sudah mampu menembus skuat Timnas Indonesia senior asuhan pelatih Simon McMenemy, walau posisinya masih tidak bisa mengalahkan Andritany.

Dan prestasinya itu membuat kontrak sang pemain meningkat sesuai dengan kemampuannya.

4. Rivki Mokodompit
 


(175 ribu Euro atau sekitar Rp. 2,8 Miliar)

Penampilan keren PSM Makassar sepajang Liga 1 2018 tak bisa dipisahkan dari peran Rivki Mokodompit. 

Kiper berusia 31 tahun itu tampil mengisi posisi inti dan mencatatkan 24 pertandingan.

Pada musim 2018, PSM Makassar sukses meraih 12 kemenangan jika Rivki dimainkan, gawang Rivki tercatat hanya kebobolan 28 goal dan berhasil 8 kali cleansheet.

Kini, Rivki juga membela PSM Makassar pada ajang AFC Cup di babak semifinal zona ASEAN. Hal itu berimbas pada nilai kontraknya yang kian meningkat.

5. Teja Paku Alam
 


(175 ribu Euro atau sekitar Rp. 2,8 Miliar)

Teja Paku Alam lahir di Pesisir Selatan Sumatera Barat pada 14 Maret tahun 1994 lalu  dan kini membela Semen Padang di Liga 1 2019.

Sebelumnya, kiper dengan tinggi 1,78 m itu adalah kiper Sriwijaya FC yang pada waktu itu bertabur bintang.

Mempunyai kekuatan yang sangat bagus ketika berduel dan mampu membaca arah bola, menjadi keunggulan tersendiri bagi Teja.

Penampilan yang heroik saat membela timnya membuat kontrak pemain yang gemar mengenakan nomor punggung 12 itu cukup tinggi diantara kiper lain di Liga 1.

Angka Rp. 2,8 miliar bukan angka yang kecil bagi seorang kiper sekelas Teja Paku Alam yang baru berusia 25 tahun itu.

6. Muhammad Ridho Djazulie
 


(175 ribu Euro atau sekitar Rp. 2,8 Miliar)

Muhammad Ridho Djazulie lahir 21 Agustus tahun 1991, saat ini berumur 28 tahun. 

Kiper tangguh Timnas Indonesia bersinar saat membela Borneo FC.

Kini, Muhammad Ridho menjadi kiper utama Madura United dan menjadi kiper kedua Timnas Indonesia senior dibawah asuhan pelatih Simon McMenemy.

Keberanian M. Ridho saat mengawal gawang Borneo FC membuat Madura United berani menggelontorkan dan hingga miliar rupiah untuk mendatangkan nya.

7. Jandia Eka Putra
 


(150 ribu Euro atau sekitar Rp. 2,4 Miliar)

Jandia Eka Putra adalah pesepakbola kelahiran Padang yang biasa akrab dipanggil Jandia ini lahir pada 14 Juli 1987. 

Sebelumnya, Jandia bermain di Semen Padang dan kini di PSIS Semarang.

Dengan tinggi 1,80 meter, Jandia sering melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang. Dan penampilannya yang hilang itu membuat nilai kontraknya menjadi naik dari tahun ke tahun.

8. Miswar Saputra
 


(150 ribu Euro atau sekitar 2,4 Milyar Rupiah)

Miswar Saputra adalah kiper kelahiran 19 April 1996 asal Aceh yanh saat ini membela Persebaya.

Saat pertama kali membela Bajul Ijo, Miswar harus bersaing dengan kiper lain, tapi kini ia menjadi kiper utama dan membawa Persebaya bersaing di Liga 1 2019.

Miswar Saputra tampil sebanyak 31 laga di Liga 1 2018 bersama Persebaya, dari penampilannya itu ia berhasil meraih 12 kemenangan.

Gawang Persebaya yang dikawal Miswar Saputra kebobolan 42 goal dan mencatatkan 8 kali cleansheet.

End of content

No more pages to load