Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian viral video tukang parkir atau juru parkir (jukir) di Kota Malang yang menarik pengendara dengan tarif Rp 50 ribu tanpa karcis di Alun - Alun Kota belum lama menjadikan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang waspada.

Ya, dengan kata lain tindakan jukir tersebut telah melakukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang. Bahkan tindakan tersebut disinyalir masuk dalam kategori pemerasan.

"Saya ucapkan terimakasih pada masyarakat yang memviralkan itu. Disamping juga saya mengimbau kepada siapapun manakala menemui dan menjumpai yang seperti itu lagi, nggak apa - apa diviralkan. Kita akan membantu pengawasan dari Dishub dan kepolisian tentunya karena tindakan ini masuk kategori pemerasan," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto saat ditemui MalangTIMES, Selasa (18/6).

Dengan kejadian tersebut, pihak Dishub Kota Malang tidak akan bersikap santai. Handi menjelaskan, ke depan akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan untuk jukir - jukir yang berada di wilayah Kota Malang ini.

"Saat ini kita sedang mendata jukir, dan kita juga ada aplikasi online. Jadi nanti kita tahu jukir yang asli dan tidak. Tentu kita akan tingkatkan pengawasan dan pembinaan untuk jukir," imbuh dia.

Kejadian tersebut bukan hanya merugikan masyarakat umum atau pengendara saja. Namun, pihak Dishub dan nama baik jukir se Kota Malang juga turut merugi. Karenanya, pihaknya juga tidak akan memberikan toleransi atas pelanggaran yang dilakukan oknum jukir yang telah terdata dalam Dishub Kota Malang.

"Dengan kejadian ini yang dirugikan dishub, dan nama baik jukir se Kota Malang juga dirugikan. Dengan pendataan itu, sehingga kita bisa memilah. Kalau dia jukir asli yang melakukan pelanggaran, ya tidak ada toleransi. Akan kita berhentikan, kita cabut kartunya," pungkas dia.