MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) membangun rusunawa baru untuk mahasiswa baru yang kurang mampu. Letaknya di sebelah gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

"Ada 4 lantai, kamarnya 90, kapasitasnya 200-an," ujar Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS.

Lantaran jumlah mahasiswa baru yang begitu besar, maka untuk mahasiswa kurang mampu yang ingin menempati rusunawa ini harus cepat-cepat mendaftar.

"Daftar cepet-cepetan. Daftarnya di Griya, dikelola oleh griya," ucap Nuhfil.

Dikatakan Nuhfil, rusunawa ini diprioritaskan kepada mahasiswa yang kurang mampu. 

"Karena itu kan murah disubsidi oleh pemerintah," imbuhnya.

Untuk harganya sendiri, per kamar dibanderol Rp 550 ribu dan bisa ditempati 2-3 orang. 

Harga ini terbilang murah dibandingkan rusunawa lain.

"550 ribu. Kalau di luaran kan satu jutaan," ungkapnya.

Pembangunan rusunawa ini sediri memakan biaya sekitar Rp 15 miliar yang dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Gedung berkapasitas 200 orang itu sendiri masih belum diresmikan.

Ia menyatakan, rusunawa ini ditujukan hanya untuk mahasiswa baru. 

Sementara untuk mahasiswa asing masih akan dicarikan tempat. 

Rencananya, UB sendiri juga akan menambah Rusunawa lagi di tahun-tahun berikutnya.

“Rencananya kita mau bangun juga. Cari tanah dulu,” pungkasnya.