Kegiatan uji petik dan penilaian 10 nominasi Kota Kreatif Indonesia oleh Bekraf di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Kegiatan uji petik dan penilaian 10 nominasi Kota Kreatif Indonesia oleh Bekraf di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis bakal masuk sebagai 4 besar role model Kota Kreatif Indonesia pilihan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). 

Pasalnya, kota pendidikan itu menjadi satu-satunya kota yang mengandalkan sektor game dan aplikasi di antara 10 nominator lain. 

Selain Malang, kota/kabupaten lain yang menjadi nominator adalah Kota Palembang, Kabupaten Majalengka, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kota Surakarta, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa penilaian akhir akan dilangsungkan 10 Juni mendatang di Jakarta. 

Menurut Sutiaji, komitmen membangun ekonomi kreatif tertuang secara tegas dalam salah satu misi Kota Malang dan telah dipayungi dalam peraturan daerah. 

"Ini memperlihatkan keseriusan kami dalam mengarusutamakan sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung pembangunan daerah," tuturnya. 

Sehingga, kepercayaan Bekraf menjadikan Kota Malang sebagai daerah unggulan akan menjadi pemicu sekaligus pemacu untuk terus menguatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf). 

Khususnya, potensi-potensi pelaku bidang game dan aplikasi. 

"Saya juga berkeyakinan, tumbuh kembang secara subur komunitas dan pelaku game developers di Kota Malang, akan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)," tegasnya. 

Hari ini (13/6/2019) tim dari Bekraf melakukan uji petik dan pertemuan dengan 4 aktor ekonomi kreatif. Meliputi komunitas kreatif, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Malang, akademisi dan pelaku bisnis di Ivory Room Hotel Atria Malang. 

Anggota Tim Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Deputi Infrastruktur Bekraf, Loli Amalia Abdullah mengungkapkan bahwa Kota Malang memiliki keistimewaan tersendiri dibanding nominator-nominator lain. 

Pasalnya, Kota Malang masuk nominasi pada sub sektor aplikasi dan game. 

"Ini baru pertama dan satu-satunya, daerah-daerah lain kebanyakan bergerak pada sub sektor kuliner, kriya atau fashion. Kota Malang sangat spesifik dan kekinian, tentu ini jadi poin tersendiri," ujar Lola. 

Dia menambahkan, kontribusi TPT di Kota Malang cenderung didominasi oleh lulusan perguruan tinggi yang tidak kembali ke daerahnya dan menetap serta beraktivitas di Kota Malang.

Keberadaan ekonomi kreatif, khususnya komunitas start up dan atau game developers mampu mewadahi para sarjana dari berbagai disiplin ilmu. 

"Karena bicara aplikasi, bicara game itu tidak hanya bicara IT tapi juga ada pelibatan aspek psikologi, aspek manajemen, aspek seni serta yang lainnya. Sehingga ke depan, sektor ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game di Kota Malang mampu menjadi rujukan ideal," tuturnya.

Dia menyebut, kegiatan PMK3I merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membantu kabupaten/kota di seluruh indonesia untuk mengenali potensi ekraf di daerah. 

Tujuan utama dari program ini adalah pemerintah daerah dapat mengenali potensi ekraf unggulan di wilayahnya. 

Tercatat ada 347 kabupaten/kota yang telah tergabung sebagai kota/kabupaten kreatif. 

Terseleksi hanya 55 kabupaten/kota yang lolos dalam uji petik, dan terpilih 10 kabupaten/kota yang masuk nominasi dalam penentuan penilaian akhir di Jakarta pada 18 Juni 2019.