Suasana pelantikan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati sebagai Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora oleh Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Istimewa)
Suasana pelantikan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati sebagai Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora oleh Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES -  Agenda tak biasa digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, hari ini (13/6/2019) yakni pelantikan pejabat. 

Terkesan di luar kewajaran karena informasi kegiatan tersebut sangat minim dan terkesan diam-diam. 

Salah satu pejabat yang dilantik yakni Ketua TP PKK Kota Malang Widayati yang notabene merupakan istri Wali Kota Malang Sutiaji. 

Informasi pelantikan tersebut diterima MalangTIMES sekitar pukul 17.00 WIB di mana kegiatan sudah selesai dilangsungkan di Ngalam Command Center, lantai 2 Balaikota Malang pada pukul 15.00 WIB. 

Kegiatan tersebut tidak seperti pelantikan biasanya yang diinformasikan oleh Bagian Humas Setda Kota Malang, juga tidak tercantum dalam agenda harian wali kota. 

Terlebih lagi, nama Widayati juga tidak muncul dalam SK Jabatan yang diterbitkan Pemkot Malang per 29 Mei 2019 bersamaan dengan pelantikan 108 pejabat lain. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengaku bahwa agenda tersebut mendesak untuk dilakukan. 

"Kemarin itu ada yang sakit, sama guru itu yang ada jabatan yang kosong harus diisi guru SMP atau apa tadi jadi besok harus tanda tangan, harus definitif, jadi gitu," ujarnya melalui sambungan telepon. 

Sebelumnya, Widayati mengajukan cuti di luar tanggungan negara saat Sutiaji maju menjadi calon wali kota. 

Saat mantan wakil wali kota itu terpilih dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kota Malang 2018, Widayati sempat menyatakan akan mengajukan pensiun dini dari jabatannya sebagai pegawai negeri. Namun, perihal pengunduran diri itu dibantah oleh Sutiaji. 

"Oh ya, dia (Widayati) masuk lagi karena kemarin kan hanya cuti. Kemarin kan cuti di luar tanggungan negara," kilahnya. 

Dia menegaskan bahwa hal tersebut tidak melanggar aturan. Yang menjadi pertanyaan, peran ganda Widayati sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan juga Ketua TP PKK Kota Malang.

"Lho kata siapa (tidak boleh peran ganda sebagai ASN), ya boleh," tegas politisi Demokrat itu.

"Kemarin kan mau mendampingi saya, PKK sudah seattle, sekarang sudah kerja. Bu Irsyad (istri Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf) itu juga kerja," tambahnya. 

Mengenai rencana pengajuan pensiun dini, Sutiaji menyebut bahwa hal tersebut urung dilakukan oleh istrinya. 

"Sudah ditarik berkasnya (pensiun dini)," jawabnya singkat. 

Menurut Sutiaji, istrinya kembali menempati jabatan lama yang ditinggalkan. 

Yakni sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang. 

"Nggak naik jabatan, tetap dia, di Dispora," tegasnya. 

Sutiaji juga menampik bahwa pelantikan itu dilakukan secara diam-diam. 

"Nggak sembunyi-sembunyi, wong dilakukan di tempat biasanya, masa seperti itu harus di lapangan. Apa yang disembunyikan, ndak ada, itu dipublish, kalau sembunyi ngapain saya jawab," pungkasnya. 

Kabag Humas Setda Kota Malang M Nur Widianto mengakui bahwa agenda tersebut tidak tercantum dalam agenda harian wali kota yang disampaikan pada awak media. 

"Ada 6 kepala sekolah harus dikukuhkan, 2 dilantik karena pada saat prosesi kemarin berhalangan hadir dan 1 masa cuti habis harus dilantik kembali. Beliau (Widayati) termasuk yang habis masa cuti di luar tanggungan negara," ujarnya.