MALANGTIMES - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil E. Dardak berupaya "menularkan" kesuksesan kota-kota ke wilayah kabupaten-kabupaten. Salah satunya dengan menggagas Rural-Urban Linkage yang akan dicoba dengan pilot project Kota Malang dengan Kabupaten Trenggalek. Konsep semacam sister city itu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Melalui akun Instagram, Emil menguraikan bahwa potensi kedua daerah tersebut dapat dikembangkan bersama. "Sekarang bertugas di Provinsi, saya senang melihat potensi kolaborasi antara Bupati Trenggalek dan Walikota Malang yang bisa didorong ke depannya. Karena selain di Malang banyak warga asal Trenggalek, ekonomi Malang juga perlu didorong di sektor jasa dan keuangan yang akan memerlukan sinergi desa-kota atau Rural-Urban Linkage," tulisnya. 

"Telah disepakati oleh bupati Trenggalek dan wali kota Malang untuk menjadikan model diaspora warga asal Trenggalek di Malang sebagai sebuah pilot project untuk mendorong investasi di pedesaan dengan kolaborasi walikota-bupati, dan jika berhasil akan bisa direplikasi di berbagai daerah lain," tambahnya. Gagasan itu mencuat usai kegiatan silaturahmi Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT).

Hubungan antara kedua wilayah tersebut juga didukung dengan latar belakang Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji yang berasal dari Trenggalek. "Ternyata Bu Wali Kota (Malang) adalah putri asli Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Trenggalek. Apalagi kebetulan yang mendapat giliran jadi penyelenggara acara tahun ini adalah IKAT Chapter Malang setelah tahun lalu diselenggarakan IKAT Yogyakarta, maka kehadiran Pak Sutiaji sangat membawa makna tersendiri," sebutnya. 

Wali Kota Malang Sutiaji sendiri mengungkapkan bahwa targetnya, tahun ini akan dilakukan MoU dan implementasi kerjasama dapat berjalan pada 2020 mendatang dengan Kabupaten Trenggalek. "Dengan Trenggalek kami masih akan lakukan penjajakan, dan difasilitasi oleh Pemprov Jatim," jelas Sutiaji. 

Pria berkacamata ini menjelaskan, ada banyak program yang bisa dilaksankan dalam program sister city tersebut. Terutama untuk menggali potensi yang dimiliki di setiap daerah. Di antaranya seperti pengelolaan tepung tapioka salah satunya.

Di mana Trenggalek menjadi salah satu daerah penghasilan singkong terbaik dan terbanyak untuk dijadikan tepung tapioka. Sedangkan Kota Malang sendiri juga memiliki kebutuhan yang lumayan besar untuk pemenuhan tepung tapioka. 

"Sehingga nanti bisa kerja sama, di mana tepung tapioka diproduksi oleh BUMD Trenggalek dan kami bisa membelinya dengan harga yang bersahabat. Begitu juga sebaliknya, Kota Malang bisa menawarkan keunggulan yang lain untuk saling menopang perekonomian antar daerah," jelas politisi Demokrat itu.