MALANGTIMES - Walau masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), Jokowi-Ma'ruf yang sukses meraih 55,50 persen atau 85.607.362 suara nasional telah mulai memanaskan bursa kursi kabinet. 

Yakni dengan menyampaikan beberapa kriteria yang akan menjadi menteri 2019-2024 melalui pernyataan Joko Widodo di beberapa kegiatan yang dihadirinya.
Terdapat dua kriteria yang diharapkan oleh Jokowi nantinya bagi para calon pembantu di jajaran kabinet jilid II nya. Yakni, Jokowi ingin para menterinya memiliki kemampuan eksekusi program dan kebijakan pemerintahan dengan cepat dan tepat. 

Serta memiliki kemampuan manajerial, baik ekonomi makro maupun daerah.
Pernyataan Jokowi itu yang membuat beberapa kalangan mulai melakukan pemetaan siapakah menteri yang patut dipertahankan maupun diganti untuk kabinet jilid II Jokowi.
Misalnya dari pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira yang menyampaikan kepada media beberapa waktu lalu terkait hal itu. Dimana, salah satu menteri yang patut untuk dipertahankan di kabinet jilid II Jokowi adalah Susi Pudjiastuti sang Menteri Kelautan dan Perikanan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).

Bhima menyampaikan, kinerja Susi layak diapresiasi. Selain mampu menegakkan kewibawaan wilayah laut Indonesia juga mampu meningkatkan ekspor hasil perikanan. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2018 ekspor meningkat dibandingkan 2017. Dari yang sebelumnya 1,07 juta ton menjadi 1,13 juta ton dengan nilai USD 4,8 miliar. Atau ada peningkatan rata-rata sebesar 10-12 persen.

"Neraca perdagangan juga meningkat dari USD 36,9 miliar menjadi USD 4,04 miliar dollar di tahun 2018," ucap Bhima beberapa waktu lalu.
Ketegasan dalam melakukan tindakan terhadap ratusan kapal pencuri ikan pun, menjadi nilai plus bagi Susi yang sempat menyampaikan, bila dirinya tidak lagi masuk di jajaran menteri akan kembali mencari pekerjaan lain. "Bisa saja saya akan jadi wartawan online. Saya bisa bikin susi.com," ujarnya kepada media.

Tercatat, sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi telah menenggelamkan 539 kapal asing yang tertangkap melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia di tahun 2018 lalu. Di tahun 2019 telah 10 kapal milik Vietnam yang merupakan kapal pencuri ikan paling banyak ditenggelamkan, sekitar 55 persen dari total kapal yang ditenggelamkan.

Tidak selesai dengan jumlah itu, Susi melalui akun Twitternya @susipudjiastuti  juga mengicaukan akan segera menenggelamkan kapal pencuri ikan setelah libur Idul Fitri 1440 Hijriyah. Dimana  ada sedikitnya 30 kapal asing yang telah diputus bersalah oleh pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

"Masih ada (penenggelaman kapal) di beberapa tempat. Ada di Batam, Tarempa, Natuna, Bitung, dan Pontianak juga ada," ungkap Susi saat menggelar open house di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019) lalu, seperti dilansir beberapa media nasional.

Bahkan, masih menurutnya, jumlah kapal yang ditenggelamkan kemungkinan bertambah dalam sebulan ke depan, apabila sudah ada putusan pengadilan. Saat ini, ada 90 kasus kapal bermasalah yang masih menjalani sidang di pengadilan Indonesia.

"Ada 90 yang belum inkracht (berkekuatan hukum tetap) kemarin. Kalau bulan ini selesai 30 ya berarti 60 kapal lagi," ujar Susi yang juga pernah meminta agar kapal pencuri ikan diputus untuk ditenggelamkan dibanding dilakukan lelang.

Melalui kicauannya di akun pribadi Twitternya, Susi mengungkapkan kapal pelaku illegal fishing bila dilelang dengan harga masuk ke negara hanya Rp 100 juta, Rp 200 juta, hingga Rp 500 juta.

"Sedangkan keuntungan mereka Rp 1 miliar-Rp 2 miliar dari sekali melaut dengan mencuri di wilayah Indonesia," cuitnya.
Disinggung terkait posisi menteri jilid II Jokowi, Susi pun secara terang mengatakan, bila Presiden Jokowi memberikan kepercayaan penuh, dirinya siap untuk kembali menjadi menteri. Namun lanjutnya, bila tidak terpilih menjadi menteri maka dirinya juga siap kembali mencari pekerjaan lainnya di luar pemerintahan.

Walau menjadi rahasia umum, Susi kerap bersilang pendapat dengan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang juga merupakan sosok kuat dan dekat dengan Jokowi. Baik terkait larangan pemakaian cantrang, penenggelaman kapal pencuri ikan, aturan penjualan benih lobster serta keberadaan Satgas 115 anti Illegal Fishing. Dimana, Luhut memiliki pendapat yang berbeda atas persoalan tersebut dengan tindakan dan kebijakan Susi selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. 

Harapan besar Susi kembali menduduki kursi menteri juga disampaikan warganet. @comethitler menuliskan harapan tersebut yang ditujukan kepada Jokowi. "pak @jokowi 2 periode begitu juga bu @susipudjiastuti ...mohon pak presiden meng iyakan," cuitnya. 

Pun akun @sebayangx :"Lik @jokowi mesti dinesoni wong akeh kalau Bulik menteri ikan tidak ditunjuk lagi (paman @jokowi mesti akan dimarahi banyak orang bila bibi menteri ikan tidak ditunjuk lagi, red)".

Harapan besar warganet terhadap Susi pun tidak hanya agar bisa tetap di kursi menteri kelautan dan perikanan saja. Tapi bisa beranjak menjadi Menko Kemaritiman. Seperti yang disampaikan @edowmaddusila yang menuliskan, "harusnya di beri wewenang lbih untuk manage laut dunks... jangan cuman di menteri aja terus. Kira2 sebagai apa yah??? @susipudjiastuti jagoankuuuuuuuu," ujarnya. Serta disambung oleh @boncusho, "Sudah sepatutnya bu @susipudjiastuti jd menko kemaritiman agar kebijakan ttg laut bisa lebih komprehensif," tulisnya.