Dikenal Sebagai Pusat Peradaban, 5 Kota Tertua di Dunia Ini Masih Dihuni Sampai Sekarang

MALANGTIMES - Adanya kejadian perang, bencana alam, bahkan kelaparan di beberapa kota di dunia menjadikan wilayah kerajaan atau negara hilang dan berganti.

Peradaban ini setidaknya mengalami beberapa perubahan, salah satu yang menjadi bukti keberadaan peradaban dalam kurun waktu lampau adalah kota. 

Banyak pula daerah yang awalnya dihuni dengan padatnya penduduk, tapi sekarang sudah menjadi lokasi tak berpenghuni. Namun, masih ada juga tempat yang bisa bertahan dengan berbagai masalah yang terjadi, populasinya juga relafif banyak.

Ya, kota - kota ini tetap bertahan sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan yang lainnya. Berikut, lima kota tertua yang masih berpenghuni dan bisa dijadikan list liburan kalian.

1. Damaskus Suriah

Dipercayai sebagai kota tertua di dunia, yang secara konsisten dihuni masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan melihat tempat tinggal di sana yang dihuni sejak 11 ribu tahun lalu.

Damaskus terletak di dataran yang merupakan daerah plato setinggi kira-kira 700 m di atas permukaan laut, dan kota itu memiliki iklim yang nyaman, dengan suhu rata-rata bervariasi dari kira-kira 7° C pada musim dingin sampai 29° C pada musim panas. Saat ini, populasinya mencapai lebih dari 2,5 juta. Kota ini juga menjadi Arab Capital of Culture sejak tahun 2008.

Tanah yang sangat subur menjadikan tempat ini diisi dengan berbagai perkebunan, mulai dari perkebunan zaitun, ara, dan abrikos, maupun ladang-ladang gandum yang produktif.

2. Byblos Lebanon

Meski sempat diklaim tidak akurat sebagai kota tertua di dunia saat seorang Alexandrian Philosopher di zaman Kerajaan Romawi menyatakan, namun buktinya kota ini dibangun sejak 7 ribu tahun yang lalu.

Byblos terletak 42 kilometer utara Beirut. Pada tahun 1921, arkeolog menemukan puing-puing yang pada akhirnya menjadikan kota tersebut menjadi kota kuno dan bersejarah. Hingga saat ini populasi di kota ini mencapai 40 ribu jiwa.

3. Yerusalem

Berada di sebuah dataran tinggi di Pegunungan 'Yudea' antara laut tengah dan laut mati. Kota ini sudah ada sejak 5 ribu tahun yang lalu, dan menjadi kota yang penting bagi beberapa agama. Bahkan kota ini juga dianggap suci dalam tiga agama, yakni Yudaisme, Kekristenan, dan Islam.

Meski kerap terjadi konflik, nyatanya kota ini terus mempunyai penduduk. Sepanjang sejarahnya, Yerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut kembali sebanyak 44 kali.

Namun, hingga saat ini Yerusalem termasuk dalam deretan kota paling padat penduduk di dunia.

4. Athena Yunani

Disinilah tempat lahirnya filosofi, demokrasi, dan modern Western Civilization. Athena sudah menjadi kota berpenghuni kurang lebih selama 7000 tahun.

Kota ini sering juga disebut sebagai asal dari peradaban barat, karena berbagai pencapaian kebudayaannya. Pada abad ke 4 dan ke 5, Athena kaya akan berbagai bangunan monumen dan karya seni kuno.

Salah satu yang paling terkenal 'Akropolis', dan menjadi bukti seni Yunani klasik. Warisan budaya ini telah direnovasi dalam rangka Olimpiade Athena pada 2004 yang lalu.

5. Jericho, West Bank

Sebuah kota yang terletak di Tepi Barat, Governorat Yerikho, di dekat Sungai Yordan. Disebut paling tua, karena kota Jericho memiliki dinding pelindung dan menara batu yang ditaksir lebih tua daripada kota-kota lainnya. 

Kota ini diyakini Arkeolog sejak Zaman Neolitik, milenium ke-9 SM. Desa pertama yang ditemukan berusia 200 tahun lebih tua daripada daerah lainnya. Memiliki tiga pemukiman yang telah berdiri selama lebih dari 11 ribu tahun, pada permulaan era Hlocene dalam sejarah dunia. Saat ini, Jericho memiliki populasi sebesar 25 ribu orang Palestina dan Israel.

Top