Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, proyek pembangunan Islamic Center kini menemui babak baru. 

Proyek pembangunan gedung yang berada di kawasan Kedungkandang itu rencananya memakan dana lebih dari Rp 400 miliar di lahan seluas 5,6 hektare. Targetnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal merampungkan pembangunan tersebut di tahun 2023.

Proyek yang dirancang sejak tahun 2013 itu masih molor seperti tahun - tahun sebelumnya. Namun, Pemkot Malang tak berdiam diri. Lantaran, proyek ini telah kembali dilelang dengan sistem 'Kontrak Tahun Jamak'.

"Lelang kemarin seperti Islamic Center sudah ada Insya Allal kita pakai lelangnya itu lelang 'kontrak tahun jamak' istilahnya. Kontraknya saja," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Kontrak tahun jamak ini merupakan kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari satu tahun anggaran yang dilakukan atas persetujuan oleh Menteri Keuangan untuk pengadaan yang dibiayai APBN, gubernur untuk pengadaan yang dibiayai APBD Provinsi, bupati/ wali kota untuk pengadaan yang dibiayai APBD Kabupaten/Kota.

Sutiaji menambahkan, lelang tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2019 untuk mengantisipasi agar tidak terjadi SILPA. "Jadi kita targetkan tahun ini berapa persen anggarannya, tahun berikutnya begitu juga. Sehingga tidak menjadi SILPA," imbuhnya.

Meski begitu, proyek ini masih tetap molor dari prediksi awal yang bakal rampung di tahun 2023. "Konsekuensinya tahun sekarang gak mungkin dibangun, karena ini gedung, bukan jalan. Kalau sistem ini sudah dilakukan proses rencana pembangunannya akan dikerjakan 2 tahun lagi," tandasnya.

Sebelumnya, sesuai data LPSE Kota Malang pada tanggal 28 Maret 2019 lalu, tender jasa konsultan pengawasan pembangunan Islamic Center senilai Rp 616 juta dinyatakan gagal lelang karena tidak ada penyedia jasa yang lulus kualifikasi. Lalu, tanggal 9 April 2019, tender pembangunan awal senilai Rp 41 miliar juga gagal lelang. Semua dana tersebut diambil dari APBD 2019 senilai Rp 46 miliar.

End of content

No more pages to load