Ilustrasi transaksi di jalan tol (Ist)

Ilustrasi transaksi di jalan tol (Ist)



MALANGTIMES - Bulan Syawal baru saja menginjak hari keenam. Tapi, kabar atau informasi yang ditengarai hoakS di media sosial (medsos) sudah mulai merebak kembali.

Salah satunya yang membuat pihak terkait bereaksi cepat adalah mengenai kabar struk transaksi di jalan tol sebagai jaminan pengguna jalan mendapatkan asuransi. Maupun mendapatkan pelayanan derek gratis bila kendaraan mengalami permasalahan di jalan tol.

Kabar terkait hal itu mulai menyebar di medsos, sampai di berbagai group WA dalam beberapa hari ini. Sehingga memantik pihak PT Jasa Marga untuk meresponnya. 

Irra Susiyanti Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga, menyatakan,  bahwa terjadi kesalahan informasi dimana struk bukti transaksi jalan tol bisa digunakan sebagai jaminan pengguna jalan mendapatkan asuransi. Maupun untuk mendapatkan pelayanan gratis derek kendaraan yang mengalami mogok dan sejenisnya.

"Bahwa hal-hal yang diinfokan itu tidak benar. Itu berita hoaks dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol," ucap Irra memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut, seperti disampaikan kepada awak media.

Irra juga menyampaikan, bahwa biaya tol yang dibayarkan pengguna tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol.

Sedangkan mengenai fasilitas derek gratis, Irra juga menegaskan, bahwa seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat.

"Jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya, fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol," ujar Irra seperti dilansir detik.

Informasi resmi dari PT Jasa Marga itu mementahkan berbagai informasi yang cukup massif di medsos terkait struk jalan tol sebagai jaminan atau bukti asuransi dan akses pelayanan derek gratis. 

Informasi hoaks yang disebutkan pihak PT Jasa Marga itu adalah sebagai berikut : 
"Mohon maaf sblmnya saya cm mau memberi info yg mgkn rekan ada yg blm tau tentang hal kecil yg sering kita sepelekan..mulai skrg dan seterusnya kita kalo lewat jalan toll jgn sepelekan struk atau karcis toll dibuang krn klo kita yg terjadi apa2 di jalan toll klo kita memegang struk toll kita berhak mendapat asuransi atau ongkos biaya derek dgn gratis..itu terjadi ketika saya kmrin membantu teman saya kecelakaan di toll hal sepele seperti karcis toll kita buang ternyata kita tdk mndpat asuransi penuh di jalan toll pihak jasa marga memang sengaja menutupi tntg asuransi yg terdapat di dalam struk toll klo kita menyimpan karcis toll...didalam UU jasa marga Pengguna toll berhak mendapat asuransi tetapi klo kita jg menyimpan karcis toll itu senilai 10juta rupiah..maka mulai skrg lbh baik kita simpan karcis toll yg berguna utk keamanan kita selama di jalan toll."

Begitulah pesan berantai terkait struk jalan tol yang sempat membuat para pengguna jalan tol kebingungan. Serta membuat pihak Jasa Marga bereaksi cepat untuk mematahkan informasi atau kabar hoaks itu.

Irra juga menyampaikan, bahwa bukti transaksi tol hanya sebagai bukti penelusuran informasi jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol. Tujuannya agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat bila terjadi hal atau kondisi yang tidak diinginkan saat di jalan tol.

"Ini tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya. Dimana itu dapat diketahui dari struk bukti transaksi tol," pungkasnya.

End of content

No more pages to load