Ilustrasi Tempat Dibangunnya City Land Mall di Dubai (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Tempat Dibangunnya City Land Mall di Dubai (Foto: Istimewa)



MALANGTIMES - Menjelma bak kota yang penuh dengan keindahan di Timur Tengah, Dubai memiliki eksistensi yang luar biasa. Mulai dari bangunan arsitektur yang megah seperti Burj Khalifa yang menyandang predikat sebagai bangunan tertinggi di dunia hingga ada juga mal terbesar di dunia yang menyuguhkan kemegahan arsitektur gaya Maroko dan memiliki fasilitas ski di dalam ruangan. 

Ada juga Dubai Miracle Garden, taman bunga terbesar di dunia yang menghadirkan hamparan bunga berbagai jenis dan berbagai bentuk yang mampu memanjakan wisatawan. Masih banyak lagi yang "wah" di Dubai.

Kini, seakan tak mau puas, salah satu perusahaan pengembang yang terkenal karena menciptakan taman bunga terbesar di dunia bernama Cityland Group sedang berusaha  membangun sebuah mal yang bisa 'hidup' dan 'bernapas'.

Dilansir dari berbagai sumber, mal tersebut bakal dinamai Cityland Mall dan akan dilengkapi berbagai fasilitas supermodern senilai US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,8 triliun.

Mal yang rencananya akan dibangun di lingkungan Dubailand ini akan dikenal dengan sebutan the world's first nature-inspired shopping destination (destinasi wisata belanja di dunia satu-satunya yang terinspirasi alam).

Mal ini digadang-gadang bisa 'hidup' dan 'bernapas' lantaran di dalamnya ada sebuah taman yang bakal menampilkan aliran sungai, pulau, pohon langka, dan taman bunga yang bisa dijelajahi pembeli. Para pemilik bisnis yang menjalankan usahanya di sini juga bisa membuat kebun di atas atap bangunan mereka.

Mal ini rencananya akan dibangun di tanah seluas 200 ribu kaki persegi atau atau sekitar 1,9 hektare di atas botanical garden yang disebut sebagai "Central Park". Ukurannya lebih kecil dari empat lapangan bola.

Warna kehijauan akan mendominasi dan dibuat meluas ke seluruh kompleks bangunan dengan trotoar interior pepohonan. Nantinya Cityland Mall juga memanfaatkan fitur-fitur ramah lingkungan, seperti kebun yang diairi air limbah, kemudian air hujan yang akan dipanen lewat teknologi yang ada di Cityland Mall tersebut.

Mal di Dubai ini bakal menampung sekitar 300 toko, tempat makan, dan tempat permainan yang ditargetkan akan terisi penuh pada 2020 mendatang.

End of content

No more pages to load