Gebyar Ketupat

Gebyar Ketupat



MALANGTIMES - Grup musik papan atas Ada Band bakal hadir di Balai Kota Among Tani Kota Batu. Grup yang melejit melalui tembang-tembang seperti "Masih’, ‘Manusia Bodoh’, dan "Karena Wanita" itu tampil dalam halalbihalal Pemerintah Kota Batu bersama masyarakat dalam Gebyar Ketupat 2019, Senin (10/6/2019).

Band yang digawangi Suriandika Satjadibrata, Marshal Surya Rachman, Aditya Pratama, dan Dudy Oris tersebut siap menghibur para aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan Ada Band itu dihadirkan salah satunya untuk menarik ASN masuk dalam hati pertama kerja setelah libur Lebaran cukup lama.  “Jadi, tidak perlu sampai dipaksa-paksa. Dengan hadirnya Ada Band, mereka akan tertarik. Jadi, hari pertama kerja tidak bolos,” ujarnya. 

Gebyar Ketupat juga merupakan agenda silaturahmi tahunan usai Lebaran yang digelar Pemkot Batu. Gebyar ini dihelat sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. 

Pemkot Batu yakin, karena libur Lebaran tahun ini bertepatan dengan liburan sekolah, banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.   "Setiap usai Lebaran, Pemkot Batu pasti menghadirkan artis ibu kota. Ini sudah jadi agenda tahunan," imbuh Imam kepada MalangTIMES.

Selain itu, acara ini sebagai ajang silaturahmi antarmasyarakat. Mulai dari ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, swasta, pengusaha, dan masyarakat umum. "Dengan kegiatan ini, elemen masyarakat bisa berkumpul bersama-sama menjalin silaturahmi. Semuanya akan berkumpul di sini,” ungkap pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini.

Acara halalbihalal ini juga untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama menjaga dan memajukan Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur. “Setidaknya acara seperti ini mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Batu. Ya setidaknya untuk area Malang Raya,” tambah Imam.

Warga yang rindu akan hadirnya Ada Band tidak perlu merogoh kocek alias gratis. Selain Ada Band, Gebyar Ketupat itu juga bakal dihibur oleh Zanzibar. 

 

End of content

No more pages to load