Riset Sederhana Mahasiswa Thailand  7

MALANGTIMES - Dalam menerima tamu, masyarakat Indonesia terutama orang Jawa biasanya selalu mengedepankan tata krama yang tinggi. Budaya ini sudah mengakar dengan tujuan agar tamu merasa dihormati.

Sama halnya dengan di Jawa, di negara Thailand juga mempunyai budayanya sendiri dalam menerima tamu. Orang Thailand biasanya menerima tamu saat pagi hari atau malam hari. Sebab, orang Thailand biasa tidur sangat malam. Serta, orang Thailand akan menolak tamu yang berpakaian kotor.

Hal ini diungkapkan oleh Sonkiflee Panglaemapulao, mahasiswa jurusan Asean Studies dari Walailak University yang sedang mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang (UM) dalam penelitiannya.

"Orang Thailand bekerja saat malam hari, seperti bekerja di kebun karet. Mereka berangkat bekerja di kebun karet mulai jam 01.00 WIB sampai jam 05.00 WIB," ujar pria yang akrab disapa Surya ini.

Sedangkan di Indonesia, bertamu tidak bisa terlampau malam karena pemilik rumah yang biasanya tidur cepat.

"Selain itu, di rumah orang Jawa ruang tamu harus cantik dan bagus. Tetapi jarang ada kipas angin di beberapa daerah, seperti di Kota Malang karena cuaca cukup dingin. Sedangkan budaya menerima tamu di Thailand biasanya mempersilakan tamu masuk ke rumah dulu lalu pemilik akan memberi air dingin dan kue. Di Thailand ruang tamu harus besar dan ada kipas angin karena di Thailand cuaca sangat panas," bebernya.

Kalau ada tamu datang ke rumah orang Jawa, lanjutnya, tamu akan berpikir pemilik rumah ini kaya dan baik hati, karena mereka selalu memberi banyak makanan dan minuman untuk tamunya.

Dari pengamatan Surya, di Indonesia ada budaya memberi teh hangat. Pemilik rumah akan memberi teh hangat kepada tamu agar tamu merasa dihormati karena saat berangkat mungkin tamu sedang merasa lelah dan haus.

"Di Thailand jika ada tamu datang, pemilik rumah harus memberi kue dan air dingin terlebih dahulu. Setelah itu pemilik rumah akan mengajak tamu makan nasi, karena itu menjadi budaya menerima tamu di Thailand. Tetapi jika tamu tidak ingin makan tidak apa- apa," ungkapnya.

Sonkiflee Panglaemapulao alias Surya, mahasiswa dari Walailak University, Thailand.

Hal lain yang berbeda, bertamu di Indonesia harus memakai pakaian yang sopan. Sedangkan di Thailand tamu memakai pakaian bebas.

"Di Indonesia jika bertamu kebanyakan harus pakai pakaian yang sopan. Sedangkan di Thailand orang biasa memakai pakaian yang santai, karena cuaca sangat panas," jelasnya.

Selain itu, di Thailand salamnya memakai tangan yaitu salam Wai. Ini adalah bentuk budaya agama Budha di Thailand. Salam Wai digunakan untuk menghormati orang tua. Sedangkan untuk memberi salam kepada teman harus bersalaman.

Sedangkan di Indonesia, lanjutnya, jika pemilik rumah adalah orang tua, maka tamu harus mencium tangan atau memeluk, dan tersenyum.

Uniknya, di Thailand, jika melihat pakaian tamu kotor, tamu tidak boleh masuk ke rumah. Tamu harus mencuci tangan dan kaki dulu. Atau pemilik rumah mempersilakan tamu mandi dan ganti baju.

"Di Indonesia jika melihat pakaian tamu kotor, pemilik rumah akan berkata yang baik dan tidak marah kepada tamu. Setelah itu, mempersilakan tamu masuk ke rumah, kemudian tamu dipersilakan untuk membersihkan baju atau celana yang kotor, tapi hanya sedikit. Jika tamu kurang sopan pemilik rumah diam saja, tidak berbicara apapun dan pemilik rumah harus tersenyum," pungkasnya.