MALANGTIMES - Momen Ramadan tidak menyurutkan ratusan pelaku kejahatan untuk berhenti melancarkan aksinya. Nyatanya, sepanjang bulan Ramadan tahun ini, Polres Malang berhasil mengungkap 769 kasus, dan meringkus 947 tersangka.

Dari jumlah tersebut, ungkap kasus peredaran sekaligus jaringan miras (minuman keras) menjadi salah satu tindak kejahatan yang paling mendominasi di sepanjang bulan Ramadan.

“Berdasarkan hasil Operasi Pekat Semeru 2019 yang berlangsung di bulan Ramadan, Polres Malang berhasil meringkus 192 tersangka dari 205 kasus yang terlibat dalam penjualan dan jaringan peredaran miras,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dari 205 kasus, anggota korps berseragam coklat ini, berhasil mengamankan lebih dari 2 ribu botol miras berbagai merk dan ukuran. Berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, yang tertuang pada Nomor 02 / Pen. Pemusnahan Barang Bukti / 2010 / PN. Kpn. Total ada 2.246 botol miras yang didapatkan selama bulan Ramadan, telah dimusnahkan.

“Memberantas peredaran miras memang menjadi salah satu fokus utama kami saat memasuki bulan Ramadan ini. Sebab, banyak sekali tindak kejahatan yang diawali karena mengkonsumsi miras,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini.

Jika melihat catatan beberapa tahun sebelumnya, kasus peredaran miras memang marak terjadi. Pada tahun 2018 lalu misalnya. Polres Malang berhasil mengamankan ratusan tersangka, dan menyita berbagai barang bukti.

Diantaranya 3.514 botol miras berbagai jenis dan merk, perlengkapan pembuatan miras, dan berbagai barang baku pembuatan miras, juga turut disita petugas. “Tahun 2018 lalu, kami berhasil mengungkap 309 kasus peredaran miras,” tutup perwira polisi dengan dua melati di bahu ini.