Lansekap lautan pasir Bromo dilihat dari sekitar Pos Pantau PPA PVMBG Bromo, beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Lansekap lautan pasir Bromo dilihat dari sekitar Pos Pantau PPA PVMBG Bromo, beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi memberlakukan tarif baru untuk tiket masuk kawasan wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru per hari ini (1/6/2019). Dibandingkan tarif lama, ada kenaikan rata-rata Rp 1.500. 

Kepala BB TNBTS John Kenedie mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut karena adanya penyesuaian nilai premi asuransi pengunjung. Semula, premi per orang adalah Rp 2.500 menjadi Rp 4 ribu. 

"Ini dalam rangka meningkatkan layanan asuransi pengunjung wisata alam TNBTS, sehingga tiket masuk kawasan mengalami perubahan," ujarnya. 

Saat ini, tiket masuk wisatawan Nusantara ke Bromo pada hari kerja naik dari semula Rp 27.500 menjadi Rp 29 ribu. Sementara di hari libur, naik dari biasanya Rp 32.500 menjadi Rp 34 ribu. Sementara tiket masuk pengunjung Nusantara ke Semeru pada hari kerja naik dari Rp 17.500 menjadi Rp 19 ribu. Sementara di hari libur naik dari Rp 22.500 menjadi Rp 24 ribu. 

"Untuk wisatawan mancanegara tidak ada perubahan tarif tiket masuk karena preminya tidak berubah. Untuk tiket ke Gunung Bromo sebesar Rp 217.500 di hari kerja dan Rp 317.500 di hari libur," paparnya. 

Penyesuaian premi itu, lanjutnya, dilatarbelakangi adanya survei kepuasan pengunjung. Salah satu hasilnya, terkait besar santunan asuransi yang dirasakan masih kurang. 

Menurut John, rata-rata lama perawatan di rumah sakit bagi korban kecelakaan membutuhkan waktu 13 hari. Sehingga, memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sementara besar santunan meninggal dunia dirasa masih dianggap kurang. 

Jika korban musibah adalah tulang punggung keluarga, maka dana santunan dapat digunakan sebagai pengganti pendapatan yang hilang. Sementara jika korban berasal dari luar kota, maka sebagian dana asuransi dapat digunakan untuk biaya pengembalian jenazah ke daerah asal. 

"Nilai manfaat keuangan hasil klaim premi asuransi TNBTS sangat membantu bagi korban yang mengalami musibah (kecelakaan) pada saat kunjungan di dalam kawasan," jelasnya. 

Penyesuaian nilai premi tersebut akan diikuti dengan peningkatan nilai manfaat bagi pemegang premi asuransi. Besaran santunan meninggal dunia bukan karena kecelakaan, dari sebelumnya Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. Besaran santunan meninggal dunia karena kecelakaan dari sebelumnya Rp 60 juta menjadi Rp 75 juta. 

Sementara besaran santunan cacat tetap total atau sebagian karena kecelakaan (maksimum) dari sebelumnya Rp 60 juta menjadi Rp 75 juta. Besaran santunan biaya perawatan karena kecelakaan (maks) dari sebelumnya Rp 6 juta menjadi Rp 7,5 juta. 

Perlu diketahui kecelakaan di kawasan wisata Bromo maupun pendakian Semeru selama kurun waktu 2016 hingga Mei 2019 tercatat total 104 orang. 

Rinciannya, 10 orang korban meninggal dunia karena sakit, 9 orang meninggal karena kecelakaan, 62 orang dilakukan perawatan karena kecelakaan di dalam kawasan, 23 orang dilakukan tindakan evakuasi. Akibat kecelakaan tersebut. TNBTS menduduki peringkat pertama dari kecelakaan yang terjadi di wisata alam taman nasional atau konservasi lain.

End of content

No more pages to load