Penulis buku kesehatan Ayu Bulan Febry KD (kanan) saat launching buku Diet Mayo. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Penulis buku kesehatan Ayu Bulan Febry KD (kanan) saat launching buku Diet Mayo. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Para perempuan umumnya cemas saat melihat jarum timbangan usai Hari Raya Idul Fitri. Setelah berat badan turun selama bulan puasa, kerap kali badan justru semakin lebar saat lebaran. 

Praktisi gizi sekaligus penulis buku kesehatan populer, Ayu Bulan Febry KD berbagi kiat agar berat badan bisa tetap terjaga dan tetap makan enak selama libur lebaran. 

Di hari lebaran, aneka hidangan yang disajikan selalu menggugah selera. Mulai dari ketupat yang diiringi opor ayam, gulai, rendang daging, sambal goreng kentang dan hati, dan lain-lain. 

"Memang sudah tradisi yaa, hidangan-hidangan lebaran kebanyakan bersantan, berminyak, dan didominasi daging. Tapi kandungan kalori, lemak dan kolesterolnya juga tinggi," ujar Febry.

Tanpa sadar, menyantap makanan ini membuat timbangan berat badan melonjak naik dan kolesterol pun meningkat. "Ada baiknya mungkin di hari lebaran ke-2 kita juga menyajikan masakan non santan yang rendah kalori dan lemak untuk menyeimbangkan asupan makanan kita," tutur penulis buku Langsung Langsing dalam 4 Minggu, serta Diet Mayo, Lose Weight in 13 Days with Healthy Life itu.

Beberapa trik sederhana yang dibagikan oleh perempuan yang saat ini menjabat Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang itu. "Pertama dari pola konsumsi. Pilih lauk hewani seperti ikan dan ayam tanpa kulit atau daging rendah lemak. Batasi konsumsinya sekitar 100 gram per hari," tuturnya. 

Pilihan karbohidrat juga bisa mengerem angka timbangan, misalnya nasi merah, roti gandum, singkong, oatmeal, jagung, atau kacang-kacangan. Ditambah lagi dengan konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayur. "Dengan memperbanyak makan makanan yang tinggi serat maka kadar kolesterol dan lemak dapat turun dan juga dapat menurunkan berat badan kita," sebutnya.

Dalam proses memasak, pemilihan bahan juga berperan menekan lemak dan kolesterol. Mulai dari penggunaan minyak sehat seperti minyak zaitun, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Teknik pengolahan makanan sebaiknya dikukus, dipanggang, ditumis, direbus, memasak menggunakan microwave, dan hindari makanan yang diolah dengan cara digoreng. 

"Banyak minum air putih daripada soft drink, sirup, dan minuman manis lainnya yang berkalori tinggi," tegasnya.

"Bila terpaksa harus minum sebagai tamu, karena menghormati tuan rumah saat silahturahmi, bijaklah minum jenis soft drink dan minuman manis lainnya, tapi jangan terlalu banyak," tambahnya. Minum air putih juga mencegah tubuh dehidrasi sehingga dan menekan rasa lapar lebih lama. 

Selain pola konsumsi, Febry juga menganjurkan untuk tetap rutin berolah raga. "Berolah raga selama liburan lebaran menjadi tantangan. Tapi tetaplah usahakan untuk 30-60 menit melakukan aktivitas olah raga, minimal seminggu 3-4 kali. Seperti jogging, renang, jalan cepat, dan lain-lain," tuturnya. 

Satu lagi trik ampuh yang bisa mengendalikan berat badan, yakni dengan menjalani Puasa Syawal.

"Puasa di Bulan Syawal selama 6 hari juga sangat baik dijalani. Mengingat tubuh masih dalam penyesuaian kembali ke pola makan sebelum puasa. Puasa Syawal membantu saluran pencernaan tidak kaget sewaktu langsung diberi makan 3 kali dengan porsi yang relatif besar. Tentunya juga berpahala," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load