Ilustrasi masakan daging babi. (Foto: Pinterest)

Ilustrasi masakan daging babi. (Foto: Pinterest)



Riset Sederhana Mahasiswa Thailand  3

MALANGTIMES - Tidak seperti warung-warung yang menyediakan daging ayam, kambing, dan daging sapi yang berada di setiap sudut kota Malang, masakan babi cenderung jarang ada.

Hal ini sangat berbeda dengan konsumsi daging babi di Nakhon Si Thammarat, Thailand. Di sana, hampir semua masakan memakai daging babi dan harganya pun murah.

Setidaknya, ada dua warung di Kota Malang yang menyediakan masakan babi yang rasanya mirip dengan masakan babi di Thailand. Warung tersebut ialah Warung Sejahtera dan Pork Job.

Hal ini diungkap oleh Jakkrapat Kaewmanee, mahasiswa asal Walailak University jurusan ASEAB Studies yang mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang, dalam penelitian sederhananya.

Pria yang akrab disapa Joko ini menyatakan, masakan daging babi di Kota Malang rasanya mirip seperti masakan daging babi di Nakhon Si Thammarat, Thailand. "Sebab, ada bahan-bahan memasak yang sama, yaitu bawang putih, bawang merah, dan cabai," ujarnya.

Ia pun mengunjungi penjual babi di Warung Sejahtera. Warung Sejahtera berada di Jalan Pisang Candi Barat No 2, Malang. Warung ini buka dari pukul 08.00-22.00.

Dikatakan Joko, penjual mendapat daging dari Cirebon. Bahan-bahan yang digunakan penjual untuk membuat masakan daging babi yaitu bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, serai, dan daun jeruk.

"Menu masakan daging babi yang populer yaitu babi kecap, babi rica, dan sup kacang merah (khusus hari Minggu)," ungkapnya.

Menurut Joko, harga masakan daging babi di sini lebih murah dari warung lain dan porsinya lebih banyak . "Rasa masakan daging babi kecap di warung ini lezat dan mirip seperti masakan di Thailand, yaitu Tom Pa Lo," ungkapnya.

Jakkrapat Kaewmanee alias Joko dari Walailak University, Thailand

Joko juga mengunjungi Warung Pork Job. Warung Pork Job berada di Jalan Bondowoso Nob16, Malang. Warung ini buka setiap hari dari pukul 10.00-22.00.

Warung Pork Job buka sejak 12 Februari 2019. Penjual mendapat daging dari supplier di tiga tempat berbeda.

Bahan-bahan yang digunakan penjual untuk membuat masakan daging babi di Pork Job yaitu bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, minyak, saos, daging, dan sayuran. Menu masakan daging babi yang populer di Pork Job yaitu pork belly dan pork signature. "Menurut saya, harga masakan daging babi di sini lebih mahal dari warung lain dan Thailand," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, dekorasi warung ini sangat bagus dan modern. Rasa masakan di warung ini ada banyak variasi, lezat, dan mirip seperti masakan di Thailand yaitu pork signature. "Rasanya mirip dengan Khana Mu Krop," ucap Joko.

Dari kedua warung tersebut, kata Joko, harga masakan daging babi di Pork Job sangat berbeda dibandingkan dengan Warung Sejahtera, karena bahan-bahan lebih bagus. Kondisi tempat warung juga berbeda. Selain itu, menu masakannya juga berbeda.

"Di Warung Sejahtera hanya ada dua menu masakan, yaitu babi rica-rica dan babi kecap. Akan tetapi di Pork Job ada lebih dari enam menu, seperti Pork Job Signature, Supreme Soy Sauce, dan Galang Thai Sauce," bebernya.

Warung Sejahtera sudah buka sejak 10 tahun lalu. sedangkan Pork Job buka baru 4 bulan saja.

Saat ini, harga daging babi potong di Kota  
Malang kira-kira Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan, harga daging babi potong di Nakhon Si Thammarat, menurut Joko, kira-kira Rp 45 ribu per kilogram.

Meski harga daging babi sedikit berbeda, harga masakan daging babi di Kota Malang dan di Nakhon Si Thammarat sangat berbeda.

Masakan daging babi di Kota Malang yang peneliti sudah coba seperti di warung Pork Job seporsi bisa mencapai Rp 40 ribu, meski ada juga yang murah dengan harga mulai dari Rp 15 ribu.

"Tetapi harga masakan daging babi di Nakhon Si Thammarat sangat berbeda, kebanyakan seporsi mulai dari harga Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu saja," katanya.

Perlu diketahui, daging babi telah dikonsumsi sejak seribu tahun lalu oleh orang Eropa dan Asia, bahkan di Indonesia. Beberapa suku di negara ini terus melanjutkan tradisi tradisional leluhur mereka. Selain orang keturunan Tionghoa, beberapa suku yaitu Bali, Toraja, Batak, Papua, Dayak, dan Manado masih mengonsumsi daging babi untuk makanan kesehariannya.

 

End of content

No more pages to load