Ilustrasi kendaraan yang terjaring razia karena melanggar ketentuan berlalu lintas, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi kendaraan yang terjaring razia karena melanggar ketentuan berlalu lintas, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pada awal tahun 2019, Polres Malang “mengobral” ribuan surat tilang. Bagaimana tidak, sejak bulan Januari lalu, sedikitnya ada lebih dari 7 ribu pengguna jalan yang “disemprit” petugas Satlantas Polres Malang, lantaran tidak tertib berlalu lintas.

“Berdasarkan data terbaru yang kami himpun, tercatat ada 7.135 pengguna jalan yang kami tilang karena melanggar ketentuan berlalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang.

Dari jumlah tersebut, rinciannya adalah 1.802 kendaraan yang terjaring razia pada bulan Januari lalu. Sedangkan di bulan Februari, anggota korps berseragam coklat ini, menjaring sedikitnya 2.032 pengguna jalan yang kedapatan melanggar peraturan.

Bergeser ke bulan Maret, petugas Satlantas Polres Malang menghadiahi surat tilang kepada 2.098 pengendara. Terakhir, pada bulan April lalu petugas melakukan tindakan penilangan terhadap 1.203 pengguna jalan.

“Lebih dari 7 ribu pengguna jalan yang kami tilang tersebut, kami tindak karena melanggar marka jalan dan rambu lalu lintas, telat uji kir, melebihi muatan, dan tidak menggunakan kelengkapan berkendara. Seperti di antaranya tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman. Selain itu juga ada yang kami tilang karena menggunakan asesoris yang melanggar ketentuan, misalnya pemasangan strobo dan rotator (lampu asesoris) pada sepeda motor dan mobil,” tegas William.


Jika di zoom in, lanjut William, mayoritas pengguna jalan yang ditilang didominasi oleh R2 (pengendara sepeda motor). Pengendara yang ditilang tersebut, karena tidak memiliki SIM C (Surat Ijin Mengemudi untuk pengendara sepeda motor).

“Sekitar 55 persen pengguna jalan yang ditilang karena tidak memiliki SIM C ini, berasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA,” tutup mantan Kasat Lantas Polres Ponorogo ini.

End of content

No more pages to load