MALANGTIMES - Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, begitu banyak hal dilakukan masyarakat untuk mengisi waktu sambil menunggu berbuka. Di bulan penuh berkah ini, 'ngabuburit' selalu identik dan menjadi momen yang paling ditunggu.
Biasanya kebanyakan orang akan berkumpul bersama teman, kolega, sahabat atau yang lainnya di tempat-tempat asyik seperti taman, berburu takjil, bahkan juga beribadah di masjid.
Tapi di balik rentetan beragam kegiatan tersebut, makna dari istilah 'ngabuburit' itu apa sih?
Selalu Tren Saat Ramadan, Ngabuburit Ternyata Berasal dari Bahasa Sunda
Meski terkesan selalu datang hanya di bulan Ramadan, istilah 'ngabuburit' berasal dari bahasa Sunda yaitu 'burit' yang berarti sore, senja, atau menjelang Magrib. Jadi, bila disimpulkan dengan mempersempit arti, ngabuburit sendiri adalah menunggu saat buka puasa.
Sementara menurut kamus bahasa Sunda terbitan Lembaga Basa dan Sastra, kata ngabuburit artinya ngalantung ngadagoan burit atau bersantai sambil menunggu waktu sore.
Aktivitasnya Tidak Selalu Berhubungan dengan Ramadan
Ya, aktivitas dalam mengisi waktu di senja hari ini sebenarnya tidak selalu berhubungan dengan Ramadan. Misalnya berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, berkumpul dengan kawan-kawan di taman, dan bersantai sambil membaca buku.
Bahkan, menurut beberapa sumber, tahun 1980-an ada sebuah pertunjukan bertajuk musik ngabuburit yang diadakan di Kota Kembang Bandung. Namun ternyata acara tersebut tidak berhubungan dengan kondisi umat muslim saat puasa. Banyak orang yang masih merokok, makan, dan minum. Alih-alih mengenakan pakaian tertutup. Banyak penonton yang malah hadir dengan tampilan cukup menggoda.
Dari situlah, kita bisa memahami bahwa ngabuburit tidak selalu berkaitan dengan hal-hal berbau Ramadan.
