MALANGTIMES - Kawal proses pemilu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengerahkan tim Kesehatan. Sejak masa pencoblosan pada 17 April lalu, petugas sudah diturunkan dan akan dijadwalkan terus berjaga hingga proses rekapitulasi selesai dilakukan.

Kepala Dinkes Kota Malang Asih Tri Rachmi menjelaskan, tim kesehatan sudah disiagakan sejak masa pencoblosan. Selanjutnya akan tetap bekerja sebagaimana kesepakatan yang dibuat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu terjun ke setiap kecamatan untuk menjaga kesehatan KPPS dan PPK. "Kami siaga di semua kecamatan, sejak 17 April lalu," katanya kepada MalangTIMES, Selasa (23/4/2019).

Di masing-masing kecamatan, menurut Asih, akan ada tiga petugas dan  diberlakukan sift pagi dan siang. Jadwal pagi berlaku mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Kemudian sift siang berlangsung dari pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB. "Setiap jaga minimal ada tiga petugas," ucapnya.

Lebih jauh kadinkes menyampaikan, petugas yang diturunkan tersebut berasal dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang ada di Kota Malang. Secara bergilir, petugas akan melakukan pergantian sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk minggu ini saja, ada 20 lembaga kesehatan dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang dilibatkan untuk jadwal jaga tim sehat sejak Senin (22/4/2019) kemarin sampai dengan Minggu (28/4/2019) mendatang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam proses pemilu kali ini, terdapat laporan di berbagai daerah terkait adanya petugas yang sakit bahkan meninggal dunia karena berbagai faktor. Untuk menekan angka itu, maka Pemerintah Kota Malang melakukan penjagaan ketat dengan mengecek tensi petugas serta pemberian vitamin.