Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya

Gaya Etnik Kontemporer, Kunci Indonesia Menuju Kiblat Fashion Dunia

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Lazuardi Firdaus

11 - Apr - 2019, 01:25

Placeholder
Seleb Indonesia mengenakan busana etnik. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Posisi Indonesia dalam industri fashion dunia harus diperhatikan apabila Indonesia bertekad menjadi kiblat fashion dunia. Jenis fashion sendiri ada berbagai macam, mulai dari sportswear, streetwear, fashion couture, contemporary urban, dan sebagainya.

Nah, agar bisa berkembang, dimanakah Indonesia harus menempatkan posisinya?

Seperti yang diketahui, negara-negara dengan kiblat fashion terbaik memiliki ciri khas fashionnya sendiri-sendiri. Negara Milan dan Paris mengarah ke fashion couture, Amerika mengarah ke sportswear, London mengarah ke streetwear, Korea dan Jepang mengarah ke kontemporer.

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

Dunia fashion di Indonesia tidak akan maju apabila fokus menghasilkan produk-produk dengan orientasi yang sudah dimiliki negara lain. Hal ini dinyatakan oleh Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang Agus Sunandar.

"Kalau pingin berkembang menjadi kiblat fashion dunia maka nggak boleh ngikut-ngikut couture, sportswear, streetwear karena kita nggak akan mampu mengejar mereka," ujarnya.

Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) itu menyatakan, apabila ingin maju, Indonesia harus menempatkan posisinya secara berbeda dengan negara lain. Ditegaskan olehnya bahwa arah yang paling tepat untuk Indonesia adalah gaya etnik kontemporer.

Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?

"Indonesia arahnya ke etnik kontemporer atau kita sebut dengan craft fashion," ungkap Agus.

Craft fashion atau etnik kontemporer yakni bagaimana kita mengembangkan industri fashion yang ada nilai tradisinya. Contohnya yakni dengan penggunaan bahan-bahan batik, tenun, songket, dan wastra nusantara lainnya.

"Jadi, pengembangan industri fashion yang selalu menggunakan nilai-nilai tradisi budaya," pungkas pria kelahiran Madura tersebut.


Topik

Gaya malang berita-malang fashion-dunia kiblat-fashion-dunia fashion-indonesia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Lazuardi Firdaus