Toni Suherman dan Sularso Andi Wibowo tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan saat diamankan polisi, Kecamatan Bantur (Foto : Polsek Bantur for MalangTIMES)
Toni Suherman dan Sularso Andi Wibowo tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan saat diamankan polisi, Kecamatan Bantur (Foto : Polsek Bantur for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peristiwa unik sekaligus memilukan terjadi di Kabupaten Malang. Alih-alih membina kerukunan antar anggota keluarga. Seorang mertua dan menantu di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur ini, justru terlibat pertikaian yang berujung penganiayaan. Meski sempat tinggal di satu atap yang sama, mereka bukannya berdamai justru saling melaporkan satu dengan lainnya ke ranah pidana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, kronologi bermula saat Suraji menasehati sekaligus memarahi anaknya yang bernama Diah, pada 2 Maret lalu. Merasa tidak tega lantaran cucunya dibentak-bentak. Tumini (mertua Suraji) berusaha membela Diah yang saat ini masih berusia remaja.

Mengetahui perbuatan mertuanya. Suraji justru semakin menjadi-jadi. Tak mau kalah, Tumini juga meladeni perdebatan menantunya. Cek-cok diantara keduanya pun tak bisa dihindari. “Satu keluarga ini memang sudah lama memendam dendam kesumat. Selain sempat pisah ranjang dengan istrinya (anak Tumini). Suraji dikabarkan juga tidak menafkahi istrinya sejak pisah ranjang tersebut, yakni sejak lima tahun lalu,” kata Kapolsek Bantur AKP Yatmo, Selasa (19/3/2019).

Dendam yang sudah lama terpendam, seolah menjadi ajang bagi Tumini untuk menghujat menantunya. Sebagai informasi, Suraji dahulunya memang dikenal sebagai seorang yang kaya raya. Bekerja sebagai jagal sapi, membuat Suraji sempat disegani. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang digeluti pria yang saat ini berusia 54 tahun itu mengalami kebangkrutan.

Topik inilah yang disinyalir dilayangkan Tumini kepada Suraji. Lantaran tidak terima, adu mulut antara keduanya semakin tidak terbendung. Hingga akhirnya datanglah Toni Suherman (adik ipar Suraji).

Mengetahui ibu kandungnya dibentak-bentak, membuat Toni seketika terbawa suasana dan membela Tumini. Ketika itu, pria yang saat ini berusia 48 tahun tersebut. Sempat memukul kepala Suraji sebanyak dua kali. Selain itu Toni juga menampar kakak iparnya sebanyak satu kali.

Tidak berselang lama setelahnya, datanglah menantu Toni yang diketahui bernama Sularso Andi Wibowo. Tanpa berfikir panjang, pria 21 tahun tersebut seketika ikut membantu mertuanya untuk menganiaya Suraji. Yakni dengan cara memukul kearah wajah dan kepala Suraji sebanyak tiga kali.

Korban yang saat itu dikeroyok sodaranya sendiri, bergegas lari dan meninggalkan lokasi kejadian. Merasa tidak terima, Suraji membuat laporan ke Polsek Bantur atas dugaan penganiayaan.

Pertikaian antar anggota keluarga yang tinggal dalam satu atap ini, sebenarnya sempat menempuh jalan kekeluargaan. Bahkan selain anggota kepolisian, kepala desa setempat juga dilibatkan dalam proses negosiasi. Lantaran tidak ada keputusan damai, berkas laporan korban ke polisi tidak dicabut.

Hingga akhirnya keduanya (Toni dan Sularso) akhirnya ditangkap polisi, dan dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsek Bantur sejak akhir pekan lalu. “Kedua pelaku kami amankan atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan,” tegas Yatmo kepada MalangTIMES.com