JATIMTIMES - Bulan Syaban menjadi momen penting bagi umat Islam karena menandai semakin dekatnya datang bulan Ramadan. Di waktu ini, banyak muslim mulai bersiap secara fisik dan spiritual, termasuk menyelesaikan kewajiban puasa yang masih tertinggal dari Ramadan sebelumnya.
Bagi mereka yang masih memiliki utang puasa, Syaban sering dimanfaatkan untuk mengqadha. Bahkan, dalam fikih Islam dikenal praktik menggabungkan niat puasa sunnah Syaban dengan puasa qadha Ramadan, sehingga satu hari puasa bisa mencakup dua niat ibadah.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 28 Januari 2026: Libra Makin Bersinar, Aquarius Penuh Keberuntungan
Dalam kajian fikih, penggabungan niat puasa ini dikenal dengan istilah at-tasyrik. Istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika puasa wajib dan puasa sunnah diniatkan secara bersamaan dalam satu waktu.
Kebolehan mengqadha puasa Ramadan di bulan Syaban juga ditegaskan dalam hadis sahih. Dari Aisyah RA, ia berkata:
"Saya memiliki utang puasa Ramadan, dan saya tidak sanggup membayarnya kecuali di bulan Syaban." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa qadha puasa Ramadan hingga bulan Syaban diperbolehkan. Bahkan, menurut Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Asybah wa An-Nazhair, seseorang yang menjalankan puasa qadha atau puasa nazar lalu diniatkan bersamaan dengan puasa sunnah, maka ia berpotensi mendapatkan dua pahala sekaligus.
Dalam Islam, niat menjadi landasan utama sah atau tidaknya suatu ibadah, termasuk puasa. Puasa sunnah Syaban pun harus diawali dengan niat agar ibadah yang dijalankan bernilai pahala.
Niat puasa Syaban dapat dibaca sejak malam hari, setelah salat Isya, hingga menjelang waktu sahur atau imsak.
Berikut bacaan niat puasa sunnah Syaban lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Nawaitu shauma sya'bâna lilâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Saya niat puasa Syaban karena Allah ta'âlâ."
Sementara itu, niat puasa qadha Ramadan wajib dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu Subuh. Niat ini menjadi syarat sah puasa qadha karena termasuk ibadah wajib.
Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan:
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Kliwon 28 Januari 2026: Hari Baik untuk Melamar
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Dengan memahami niat dan ketentuannya, umat Islam yang masih memiliki utang puasa dapat memanfaatkan bulan Syaban sebagai waktu terbaik untuk menunaikan kewajiban sekaligus memperbanyak amal sunnah sebelum memasuki Ramadan. Semoga informasi ini bermanfaat.
