JATIMTIMES - Kota Malang kembali mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi dibagikan kepada para pengayuh becak di Kota Malang, Selasa 20 Januari 2026. Penyerahan bantuan digelar di Halaman Depan Balai Kota Malang.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong modernisasi transportasi tradisional yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Becak listrik dinilai mampu meringankan beban kerja pengemudi tanpa menghilangkan identitas transportasi khas perkotaan.
Baca Juga : Kapolresta Malang Kota Roadshow Forkopimda, Fokus Pemetaan Kamtibmas
Acara penyerahan dihadiri Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional GSN Letjen Purn Dr Teguh Arief Indratmoko beserta jajaran, Wakil Wali Kota Malang, Forkopimda Koordinator, Forkopimda Kota Malang, pimpinan instansi vertikal, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut yang menyasar para pengayuh becak. Khususnya kelompok rentan yang selama ini menjadi bagian penting penggerak ekonomi kerakyatan.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para pengemudi becak," ujar Wahyu.
Sebanyak 200 becak listrik tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Kehadiran becak listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pengemudi, tetapi juga memberi wajah baru transportasi wisata di Kota Malang.
Wahyu menegaskan, becak listrik akan diarahkan sebagai angkutan orang untuk mendukung sektor pariwisata, sejalan dengan salah satu dasa bhakti unggulan Kota Malang yakni Ngalam Asyik. Menurutnya, keberadaan becak listrik dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, terutama saat menikmati kawasan wisata heritage.
"Becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan user experience bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Malang utamanya dalam menikmati wisata heritage," jelasnya.
Baca Juga : Heboh Menu MBG Gunakan Buah Kecapi, Dinilai Tak Ramah untuk Anak: Memang Iya? Berikut Faktanya
Untuk menjaga ketertiban dan pemerataan operasional, Pemerintah Kota Malang juga akan membentuk paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan. Langkah ini dilakukan agar pemanfaatan becak listrik berjalan sesuai aturan dan berkelanjutan.
Di akhir sambutan, Wahyu berpesan agar seluruh penerima bantuan memanfaatkan becak listrik sesuai peruntukannya. Ia menegaskan bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan dan hanya digunakan untuk mengangkut penumpang.
"Bantuan ini agar tidak untuk diperjualbelikan, namun boleh diwariskan serta tidak digunakan untuk mengangkut barang. Jadi, harus dirawat sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengemudi becak listrik juga diharuskan menggunakan helm sesuai aturan," tegas Wahyu.
Dengan hadirnya becak listrik bantuan Presiden, Pemerintah Kota Malang berharap roda ekonomi rakyat terus bergerak, kualitas lingkungan terjaga, serta daya tarik wisata kota semakin meningkat.
