JATIMTIMES - Lanskap ketenagakerjaan di Indonesia mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2025. Tak terkecuali di Kota Batu yang sebelumnya jumlah tenaga kerja formal dan informal relatif berimbang. Lonjakan jumlah tenaga kerja di sektor informal Kota Batu yang terdata kini mendominasi pasar kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu Thomas Wunang Tjahjo mengungkapkan, porsi pekerja informal telah menyentuh angka 52,3 persen. Angka ini mencerminkan bahwa lebih dari separuh penduduk yang bekerja kini menggantungkan hidupnya pada sektor non-formal, seperti UMKM mandiri, pekerja lepas (freelancer), hingga sektor jasa mandiri lainnya.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Begini Kata Menkeu Purbaya
Kenaikan ini menjadi sorotan tajam mengingat sektor informal seringkali memiliki karakteristik perlindungan sosial yang lebih dinamis dibanding sektor formal. Salah satu faktor pemicunya oleh adaptasi pasar terhadap pola kerja baru. Selain itu, lapangan kerja sektor formal dinilai masih sedikit di Kota Batu.
Thomas menyampaikan bahwa peningkatan ini mencakup masyarakat yang berstatus berusaha sendiri, pekerja bebas, hingga pekerja di sektor keluarga pertanian.
"Sektor informal kita meningkat di angka 52,31 persen, selebihnya adalah formal. Jika dilihat dari kacamata positif, ini menunjukkan penduduk tidak hanya bergantung pada perusahaan besar, tapi mampu menciptakan lapangan usaha sendiri," ujar Thomas saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Pada Agustus 2025, penduduk Kota Batu yang bekerja di kegiatan formal sebesar 65.550 orang (47,69 persen), sedangkan yang bekerja di kegiatan informal sebanyak 71.912 orang (52,31 persen).
Terjadi penurunan proporsi penduduk yang bekerja di kegiatan formal pada Agustus 2025 sebesar 2,76 persen poin dibandingkan periode yang sama Agustus 2024.
Penurunan penduduk bekerja pada kegiatan formal ini seiring dengan penurunan jumlah orang yang bekerja baik pada status pekerjaan buruh/karyawan/pegawai dan berusaha dibantu buruh tetap/dibayar.
Baca Juga : Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berakhir Hari Ini, Cek Besaran Potongan dan Cara Klaimnya
Thomas menuturkan, kondisi tingginya pekerja informal menunjukkan dua kesimpulan. Pertama kelompok pekerja informal dinilai bakal mengamankan situasi ketenagakerjaan nasional. Sektor informal, kata Thomas, tanpa status perusahaan namun berusaha mandiri sebagai pekerja bebas. Namun di sisi lain juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Di Kota Batu, wisata desa yang mulai diandalkan harus bergantung pada kunjungan.
Kota Batu yang mendominasi pasar domestik menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk menggelar agenda khusus maupun kunjungan wisata. Hal inilah yang memicu perputaran uang di tingkat bawah.
"Konsumsi dari tamu yang rakor di sini belinya di lokal, muter di pasar setempat, ke petani, hingga ke pedagang. Inilah yang menggerakkan sektor informal kita. Geliat ini dibuktikan dengan semakin banyaknya penduduk Kota Batu yang ingin bekerja," imbuhnya.
