JATIMTIMES - Kota Malang kembali melahirkan talenta muda berbakat. Sosok itu adalah Batrisyia Imtinan Maaini, atau akrab disapa Batris, siswi asal Malang yang menorehkan sederet prestasi di bidang tarik suara sejak usia dini.
Lahir di Malang pada 20 September 2013, Batris dikenal sebagai anak yang aktif dan percaya diri saat berada di atas panggung. Ketertarikannya pada dunia seni pertunjukan, khususnya menyanyi, sudah tumbuh sejak kecil dan terus diasah melalui berbagai ajang lomba hingga penampilan publik.
Baca Juga : Peserta Usia 13 Tahun Jadi Pendaftar Termuda Lomba Baca Berita Jatim Times 2026
“Aku senang banget bisa nyanyi di banyak acara dan lomba. Buat aku, setiap naik panggung itu adalah momen untuk belajar supaya ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar Batris.

Salah satu ajang menyanyi yang diikuti Betris. (Foto: istimewa)
Sepanjang 2024 hingga 2025, Batris berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari ajang tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Ia tercatat menyabet Diamond Award kategori Vocal Artist di ajang International Music Performing Arts Festival 2024, Gold Medal Solo Singing di Surabaya World Choir Festival 2024, hingga Juara 1 Menyanyi Islami Putri PORSENI MI tingkat Kota Malang 2025.

Momen Betris saat menyanyi. (Foto: istimewa)
Tak hanya di kompetisi, Batris juga kerap dipercaya tampil dalam berbagai acara resmi dan publik. Mulai dari peringatan Hari Amal Bakti Kemenag RI, forum nasional MPR RI, hingga event olahraga dan kegiatan Ramadan di pusat perbelanjaan Kota Malang.
“Sejak kecil aku memang suka nyanyi. Kalau ada kesempatan tampil, aku selalu berusaha maksimal dan menikmati prosesnya,” katanya.

Foto bersama usai menyanyi dalam rangka Hari Amal Bakti Kemenag RI. (Foto: istimewa)
Baca Juga : Film Penerbangan Terakhir Resmi Tayang Hari Ini, Suguhkan Thriller Emosional di Balik Dunia Penerbangan
Pada 2025, Batris juga terpilih sebagai finalis Kakang Mbakyu Cilik Kota Malang, menambah deretan pencapaiannya di bidang non-akademik. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa bakat seni bisa berkembang seiring dengan pendidikan formal jika mendapat dukungan yang tepat.
Meski telah mengantongi banyak penghargaan, Batris mengaku tak ingin cepat puas. Ia memilih menjadikan setiap capaian sebagai motivasi untuk terus berlatih dan berkembang.
“Prestasi ini jadi penyemangat buat aku supaya nggak cepat puas dan tetap latihan. Aku ingin terus belajar dan jadi lebih berani tampil,” tuturnya.
Batris juga menyadari peran besar keluarga dan lingkungan sekolah dalam mendukung perjalanannya sejauh ini. “Mama, keluarga, dan guru-guru selalu ngasih dukungan. Itu yang bikin aku lebih percaya diri setiap tampil di depan banyak orang,” ucap Batris.
