MALANGTIMES - Pembahasan mengenai illuminati memang selalu menarik. Terlebih lagi bagi kaum pencinta teori konspirasi. Banyak sekali teori-teori yang mengungkap adanya kelompok rahasia ini. Illuminati sendiri sudah dilarang sejak tahun 1784 oleh pemerintah Bavaria. Sebab, Illuminati memiliki tujuan untuk mereformasi tatanan dunia.
Akan tetapi, tahukah kamu kalau ada secret society lain selain Illuminati? Bahkan, kelompok rahasia itu ada di Indonesia juga, tepatnya di Kota Jakarta. Bangunan-bangunan bersejarah di Kota Jakarta ternyata dibangun oleh para tukang batu paling legendaris dalam sejarah dunia. Mereka menamakan diri mereka sebagai Freemasonry.
Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu
Freemasonry sendiri merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya. Organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Begitu banyak teori konspirasi yang menyatakan bahwa Illuminati dan Freemason memiliki satu tujuan yang sama, yaitu sebuah tatanan dunia yang baru atau The New World Order.
Lantas, apa bukti-bukti keberadaan Freemansory di Indonesia? Di mana keberadaan simbol-simbol dari kelompok rahasia tersebut?
Sekali-kali datang dan telitilah banyak prasasti di Museum Taman Prasasti di Tanah Abang Jakarta. Tepat di pintu masuk museum, di sebelah kiri paling pojok, kalian akan menemukan dua simbol, yakni Illuminati dan Freemansory di dalam satu prasasti.
Berdasarkan cerita original dari beberapa sumber, illuminati memiliki sejarah yang singkat bahwa Illuminati telah bergabung dan dipertahankan oleh Freemason.
Masuk ke dalam museum, kalian juga akan menemukan sebuah rumah kuburan bertuliskan nama sebuah keluarga Van Delden. Di sebelah kiri dari pintu masuk paling bawah, terdapat nisan dengan nama Maria Magdalena, Sang Illuminatrix atau Yang Tercerahkan.
Selanjutnya, terdapat makam Dr. H. F. Roll. Dialah yang mempertahankan Sutomo tetap bersekolah meskipun banyak tekanan dari Pemerintah Belanda untuk menghentlkan gerakan Boedi Oetomo yang digagas oleh Sutomo. Rahasia di baliknya, orang-orang di Boedi Oetomo adalah bagian dari anggota Freemason.
Selain itu, terdapat makam Johan Harmen Rudolf Kohler. Dia adalah seorang Perwira Yahudi Kabbalah sekaligus seorang jendral yang memimpin KNIL (Tentara kerajaan Hindia Belanda) dalam Perang Aceh Pertama pada tahun 1873.
Di makamnya terdapat simbol Ouroboros. Sebuah simbol kuno yang menggambarkan ular atau naga yang memakan ekornya sendiri. Simbol ini melambangkan keabadian sekaligus menjadi salah satu simbol satanic.
Ada satu buah makan yang sangat berbeda dengan makam lainnya. Tidak tertulis nama, tanggal kematian, atau informasi lainnya. Hanya bertuliskan HK No 28. Simbol bone & skull yang ada makam itu menandakan bahwa dia adalah seorang grand master freemasonry, yaitu adalah seorang yang paling penting dan paling berpengaruh dalam kelompok Freemason.
Baca Juga : Kilas Balik Jejak Covid-19 di Kota Malang Hingga Pengajuan Status PSBB
Simbol skull and bone juga merupakan lambang dari sebuah perkumpulan rahasia yang didirikan di Universitas Yale oleh Jendral William Huntington Russel bersama Alphonso Taft pada tahun 1832.
Beralih ke Bundaran Hotel Indonesia. Di sana terdapat sebuah simbol yang berukuran sangat besar. Desain dari bundaran HI sangat mirip dengan simbol Mata Horus.
Selain itu, di daerah kawasan Menteng, terdapat sebuah loji yang sangat terkenal, yaitu Loji Bintang Timur. Loji adalah tempat berkumpulnya para anggota dari Freemason, sekaligus juga tempat untuk melakukan ritual mereka. Loji ini kini difungsikan sebagai kantor Bappenas.
Gilanya, posisi dari Loji Bintang Timur atau gedung yang sekarang difungsikan sebagai gedug Bappenas ini ternyata letaknya berada di tengah-tengah sebuah simbol raksasa yang sangat-sangat besar, yakni simbol Baphomet.
Selanjutnya adalah Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Yang menarik di sini adalah unsur angka 13 pada bangunan-bangunan dan arsitekturnya. Para Mason sendiri merupakan arsitek yang sangat hebat. Tepat di pintu masuk museum, kalian akan menjumpai gerbang utama dengan bagian atas yang melengkung yang terdiri dari 13 buah susunan batu.
Selain itu, sadarkah kalian bahwa luas keseluruhan dari Museum Jakarta ini adalah 1300 meter persegi? Tentunya masih berhubungan dengan angka 13. Nah, di sana, kita juga bisa menjumpai sebuah patung Dewa Hermes yang memegang sebuah tongkat. Tongkat itu mirip dengan tongkat Baphomet.
